Sementara itu, General Manager ASDP Bangka, Agustinus Cahyo, menyampaikan bahwa pembangunan Dermaga II merupakan program yang telah lama direncanakan dan kini mulai direalisasikan. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu delapan bulan.
“Perencanaan pembangunan ini sudah lama dan baru sekarang dapat dilaksanakan. Pengerjaan diberikan waktu selama delapan bulan dan diperkirakan rampung saat pembukaan Tahun Baru 2027,” ujarnya.
Agustinus mengatakan, pembangunan dermaga baru menjadi bagian dari pengembangan manajemen pelabuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa penyeberangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia juga berharap adanya dukungan pemerintah daerah terkait pemanfaatan lahan parkir milik Pemda guna menampung kendaraan yang akan masuk ke kawasan pelabuhan.
“Penggunaan lahan parkir milik Pemda diharapkan dapat menampung kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan agar tidak menghalangi atau menutup akses jalan. Kami berharap Pemda dapat membantu,” katanya.
Proyek pembangunan Dermaga II Pelabuhan Tanjung Kalian dikerjakan oleh PT Nindya Karya dengan nilai investasi sekitar Rp60 miliar yang bersumber dari dana internal ASDP.
Pekerjaan konstruksi meliputi pemasangan tiang pancang, pengecoran beton, pembangunan fasilitas pendukung, hingga berbagai tahapan pengujian untuk memastikan kualitas bangunan sesuai standar.
Badri berharap kehadiran Dermaga II nantinya tidak hanya berdampak pada kelancaran transportasi laut, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Bangka Barat.
Dengan meningkatnya mobilitas orang dan barang melalui Pelabuhan Tanjung Kalian, sektor usaha, UMKM, serta pendapatan daerah diyakini akan ikut terdorong tumbuh lebih cepat.
“Saya juga berharap nanti dengan selesai pembangunan Dermaga II tersebut ada dampak bagi daerah Bangka Barat, terutama banyak orang yang keluar masuk, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dunia usaha, UMKM serta pendapatan daerah Bangka Barat,” tuturnya. (**)
