HomeIndeks

Musim Kemarau Diprediksi hingga Oktober, Warga Bangka Barat Diminta Hemat Air dan Waspadai Karhutla

  • Bagikan

BANGKA BARAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Barat mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

Warga diminta menghemat penggunaan air dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Bangka Barat Safrizal mengatakan, musim kemarau dapat berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Karena itu, masyarakat diminta mulai mengantisipasi kebutuhan air dan menggunakan air secara bijak.

“Masyarakat kami imbau untuk menghemat penggunaan air dan mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau. Ketersediaan air bersih bisa berkurang,” kata Safrizal.

Selain persoalan ketersediaan air, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering.

Kondisi lahan dan vegetasi yang mengering selama musim kemarau dinilai dapat meningkatkan potensi kebakaran.

Jika tidak segera ditangani, api dapat dengan cepat meluas dan berdampak terhadap lingkungan maupun masyarakat di sekitar lokasi.

BPBD Bangka Barat meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan. Laporan lebih awal dinilai penting agar api dapat segera ditangani dan tidak meluas.

Masyarakat juga diimbau turut menjaga lingkungan dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya selama musim kemarau. (**)

  • Bagikan