HomeIndeks

Motor Warga Mentok Raib Saat Salat di Masjid, Dicuri Pemuda Pengangguran Asal Palembang

  • Bagikan
Pelaku pencuri motor jemaah Masjid (rambut pirang) diamankan jajaran Polsek Mentok.
Pelaku pencuri motor jemaah Masjid (rambut pirang) diamankan jajaran Polsek Mentok.

BANGKA BARAT – Jajaran Tim Meriam Polsek Mentok berhasil menangkap pria berinisial berinisial MD alias WY (24) warga Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), pada Selasa (12/8/2025) malam.

Pemuda pengangguran ini ditangkap polisi, lantaran diduga mencuri satu unit sepeda motor merek Honda Revo, milik jemaah Masjid yang sedang sholat, pada Sabtu (9/8/2025).

Dalam pengungkapan perkara itu, Tim Meriam melibatkan Tim Naga dari Satreskrim Polresta Pangkalpinang dan berhasil membekuk pelaku di rumah kontrakan Kelurahan Pintuair, Kecamatan Rangkui Pangkalpinang.

MD mengaku mencuri motor itu karena ada kesempatan melihat keadaan sepi dan kunci motor tidak dicabut dari soket. MD kemudian menceritakan kronologi pencurian motor milik korban berinisial DH itu.

Saat itu pada Jumat (8/8/2025) sekira pukul 23.00 Wib, ia baru saja berlabuh di Tanjung Kalian Mentok dari Kota Palembang menggunakan kapal feri lewat Pelabuhan Tanjung Api-api.

“Saya tidur di pelabuhan malam itu dan besok pagi tanggal 9 Agustus 2025 saya berjalan kaki ke Pantai Batu Rakit. Kemudian setelah beristirahat sebentar saya jalan kaki ke Pantai di Kampung Teluk Rubiah. Saya sempat tidur dulu di situ,” ujarnya, kepada wartawan pada Rabu (13/8/2025) sore.

Setelah beristirahat sejenak, pelaku MD lalu berjalan kaki mencoba bertemu ibunya yang berdomisili di Kampung Teluk Rubiah. Namun setibanya di sana tidak ada siapapun yang ia temui di rumah itu.

“Karena saya panggil tak ada jawaban, mungkin mama masih marah, jadi saya pergi dari rumah itu. Karena bingung saya jalan ke arah atas, melihat motor yang lagi parkir di masjid. Saya bawa motor itu karena ada kuncinya di sana,” ungkap MD.

Setelah menguasai sepeda motor itu, MD langsung tancap gas menuju ke Kota Pangkalpinang itu untuk menemui sang bibi. Kemudian mencari pekerjaan dengan modal identitas diri dan ijazah sekolah.

“Di perjalanan sempat mampir dulu ke Desa Mayang untuk meminta uang kepada tante saya. Tapi tidak ada tante saya di situ, ada anaknya saja. Di situ saya dikasih uang 50 ribu oleh anaknya dan uang itu saya belikan bensin dan langsung ke Pangkalpinang,” ujarnya.

Setibanya di Pangkalpinang, sang bibi ternyata sedang tidak berada di rumah kontrakannya di Kelurahan Pintuair. Ia pun menemui tetangga kontrakan yang sudah kenal dekat dengan si bibi. Hasil yang ia dapat bahwa bibinya sedang mudik ke Kota Palembang, Sumsel.

“Saya minta tolong sama tetangga bibi ini, karena sudah kenal dekat mau numpang dulu tinggal di kontrakan. Nanti uangnya saya cicil dari hasil jadi badut. Saya dipersilahkan tinggal di situ, malam minggunya langsung ke Alun-alun Merdeka ngamen jadi badut,” ujarnya.

Ia mengatakan pada Sabtu (9/8/2025) malam, pergi ke Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang untuk mencari uang dengan mengamen menjadi badut. Namun kali ini tak berjalan kaki, melainkan menggunakan motor curian dengan plat nomornya sudah dilepas.

Ia mengaku tak ada niat menjual motor itu, melainkan hanya untuk digunakan sehari-hari saja. Plh Kapolsek Mentok, Ipda Sarasi Samosir S.H mengatakan, kejadian pencurian itu terjadi pada Sabtu (9/8/2025) sekira jam 12.30 Wib di Musala Al-Muhajirin, Sungaidaeng.

“Korban DH ini memang tinggalnya tak jauh dari musala itu. Dia hendak salat zuhur di musala yang terletak di Jalan Bedeng Maras itu. Setelah menunaikan salat, ia melihat motornya tidak ada lagi di parkir,” ujarnya.

Samosir mengatakan, memang saat itu kunci sepeda motor merek Honda Revo FIT warna hitam lis hijau dengan Nopol BN 2533 RJ masih menempel di soket. Korban pun sempat menanyakan ke beberapa orang. Salah satu jemaah, JN sempat melihat sepeda motor korban.

“Saksi mengaku melihat motor itu telah ke luar dari musala dikendarai oleh seseorang yang tidak dikenal. Atas kejadian tersebut, pelapor mengalami kerugian sebesar Rp 18.000.000 dan melaporkan ke Polsek Mentok guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar dia.

Dari kasus tersebut, Tim Buser Meriam Polsek Mentok mengamankan sepeda motor, sepasang plat nomor, BPKB dan STNK atas nama korban. Sepatu warna pink merek Ardilles, tas warna cokelat, celana panjang hitam, baju warna hitam dan 1 helai jaket warna hitam. (**)

 

  • Bagikan