HomeIndeks

Polisi Periksa Saksi Tewasnya 3 Penambang di Lokasi CV. Gunung Manik Tempilang

  • Bagikan
Foto : Pencarian 4 penambang pasir timah yang tertimbun tanah longsor di Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (25/7/2024).(Dok/Ist)
Foto : Pencarian 4 penambang pasir timah yang tertimbun tanah longsor di Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (25/7/2024).(Dok/Ist)

BABELHITS.COM, TEMPILANG — Fitriadi (30), warga Benteng Kota, Budiar (54) dan Suhai (40) merupakan warga Airlintang meninggal dunia usai tertimbun tanah longsor di lokasi tambang, Desa Benteng Kota, Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

Kecelakaan tambang yang terjadi pada, Kamis (25/7/2024) sore ini, sempat menguburkan empat orang penambang. Nie satu di antaranya korban yang selamat dalam insiden itu.

Sementara tiga orang lainnya meninggal dunia. Lokasi tambang itu, masuk kawasan bekas Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Timah dan dikerjakan oleh CV. Gunung Manik.

Pantauan di lapangan, Jumat (26/7/2024) sore, rombongan inspektorat tambang bersama pegawai PT. Timah melakukan investigasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tewasnya tiga orang pekerja tambang.

Namun, saat akan dikonfirmasi tim dari inspektorat tambang, maupun pegawai PT. Timah yang berada di lokasi memilih bungkam dan belum memberikan keterangan apapun perihal kecelakaan tersebut.

“Saya disuruh mengawal, terkait informasi nanti. Kita masih mengawal, mohon izin untuk hari ini belum bisa,” ucap salah satu pegawai PT Timah yang diketahui bernama Ronal.

Sementara itu, jajaran Satreskrim Polres Bangka Barat saat ini telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi-saksi. Namun belum bisa memastikan apakah akan ada tersangka dari kasus kecelakaan tambang tersebut.

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mulai dari pemilik tambang hingga saksi di lokasi seperti operator PC. Kami juga akan meminta keterangan dari korban yang selamat,” kata Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bangka Barat, Ipda Ragil Dimas Ramdan, pada Jumat (26/7/2024).

Ipda Ragil menyebut untuk pihak PT Timah Tbk saat ini masih dalam proses pengambilan keterangan dari inspektorat tambang pusat, sehingga pihaknya belum melakukan pemeriksaan.

“Jadi setelah mereka (PT Timah Tbk) mendapatkan informasi dari IP (inspektorat) mereka, kami baru bisa meminta keterangan bagaimana penerapan keselamatan kerja yang harus diterapkan agar dapat meminimalisir kejadian seperti ini,” ujarnya.

Diketahui peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, pada Kamis (25/7/2024) sore. Proses evakuasi korban dari lubang tambang memakan waktu hingga 6 jam.

Saat ini, tiga orang yang meninggal dunia telah dimakamkan di TPU masing-masing, sedangkan satu orang yang selamat, atas nama Sumardi (42) masih menjalani perawatan di rumah sakit. (*)

  • Bagikan