BABELHITS.COM, MENTOK – Deddi Wijaya, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat, mengapresiasi jajaran Polres Babar yang berhasil mengungkap kasus penyelundupan pasir timah.
Apalagi, jumlah diungkap mencapai 5 ton pasir timah kering siap kirim. Padahal AKBP Pradana Aditya Nugraha yang memimpin pengungkapan itu, baru menjabat Kapolres Bangka Barat.
Namun, sudah berhasil ungkap penyelundupan pasir timah yang bakal dikirim ke Malaysia yang dapat berpotensi besar merugikan daerah.
“Saya rasa ini adalah suatu hal yang sangat baik dan sangat layak kita semua apresiasi. Beliau baru beberapa pekan di sini, namun sudah berhasil mengungkap kasus yang merugikan daerah miliaran rupiah,” ujar Deddi Wijaya, pada Senin (28/4/2025).
Wakil Ketua Komisi I DPRD Babar ini juga menyebut alasan mengapa praktik tersebut merugikan daerah. Karena jika dilihat dari hulu ke hilir, andai timah itu masuk ke PT Timah Tbk. Maka hasilnya akan masuk kembali untuk pendapatan daerah.
“Saya rasa praktik seperti ini harus bisa dipersempit terus ruang geraknya. Jangan sampai, timah yang harusnya masuk ke PT Timah Tbk untuk negara dan dibagikan ke daerah melalui DBH dan royaltinya. Justru hanya dinikmati segelintir orang saja,” ungkap Deddi.
Terlebih, menurut informasi yang telah dihimpunnya praktik penyelundupan yang dilakukan para tersangka kemarin sudah 2 kali terjadi. Pertama sebelum Lebaran 2025 lalu, dengan jumlah pasir timah kering yang diselundupkan mencapai 8 ton.
“Artinya ini sudah kerap kali terjadi dan mungkin kita tidak tahu saja. Itu yang di Mentok saja, bagaimana dengan daerah lain. Karena daerah kita ini ada 6 kecamatan dan semuanya punya laut yang menjadi pintu untuk mereka meloloskan praktik ini,” ungkapnya.
Maka dari itu, sekali lagi Deddi Wijaya mengapresiasi setinggi-tingginya Kapolres Babar, AKBP Pradana Aditya Nugraha dan jajaran atas keberhasilan ungkap kasus ini. Pasalnya, selain merugikan negara dan daerah, praktik penyelundupan ini juga berdampak ke masyarakat.
“Mengapa saya bilang seperti ini, yang jelas masyarakat kita hanya menikmati hasil yang tidak seberapa. Sedangkan mereka, para pemain-pemain ini akan semakin kaya. Jadi harapan kami, praktik seperti ini tidak kembali terjadi di kemudian hari,” ungkap Deddi.
“Kalau bisa kasus yang kemarin itu pun bisa diungkap dari hulu ke hilir siapa pemiliknya. Biar publik bisa melihat siapa yang terlibat merugikan negara dan daerah. Mari kita kawal sampai tuntas,” ujar Ketua DPD II Partai Golkar Bangka Barat tersebut.
