PARITTIGA — Tradisi tasyakuran dan cukuran massal kembali digelar masyarakat Desa Semulut, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat. Sebanyak 20 peserta mengikuti tradisi tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan berlangsung di Masjid Baitul Iman, Desa Semulut. Suasana khidmat sekaligus meriah mewarnai pelaksanaan tradisi yang hingga kini masih dipertahankan masyarakat setempat.
Selain menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tasyakuran dan cukuran massal tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong antarwarga.
Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, turut menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi masyarakat yang masih mempertahankan tradisi keagamaan dan kearifan lokal tersebut.
Yus berharap tradisi tasyakuran dan cukuran massal dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Tradisi tasyakuran dan cukuran massal ini sangat baik, diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Selain menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tradisi ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi serta menjaga nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal masyarakat Desa Semulut,” kata Yus.
Ia juga mengingatkan pemerintah desa dan masyarakat agar bersama-sama menjaga keberlangsungan tradisi tersebut sehingga tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, pelestarian tradisi keagamaan dan budaya di tingkat masyarakat penting dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas serta memperkuat kebersamaan warga. (**)
