BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), cuaca ekstrem, dan kekeringan.
Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, aparat keamanan, hingga pemangku kepentingan terkait.
Rapat koordinasi tersebut digelar pada Selasa (4/8/2026). Sejumlah pihak hadir, di antaranya BMKG Pangkalpinang, Perumdam Tirta Sejiran Setason, Polres Bangka Barat, Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Kodim 0431/Bangka Barat, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman mengatakan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu instansi. Menurutnya, diperlukan sinergi seluruh pihak untuk mencegah kebakaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi.
“Kabupaten Bangka Barat berdasarkan skor risiko bencana Indonesia memiliki tingkat ancaman bencana yang tinggi. Namun seiring waktu, atas kerja sama semua pihak, tingkat risikonya sudah dapat ditekan,” kata Yus dalam rapat koordinasi tersebut.
Yus menyebut Bangka Barat memiliki sejumlah potensi bencana yang perlu diantisipasi. Di antaranya banjir, gempa bumi, tanah longsor, gelombang ekstrem dan abrasi, karhutla, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga pandemi.
Dia menilai karhutla, cuaca ekstrem, dan kekeringan menjadi ancaman yang perlu mendapat perhatian khusus. Bencana tersebut dinilai dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, mengganggu kesehatan masyarakat, hingga berdampak pada pembangunan daerah.
“Kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem serta kekeringan merupakan salah satu bencana yang sangat berpotensi dan berdampak besar terhadap lingkungan, kesehatan, dan perkembangan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus bekerja sama untuk mencegah dan menanggulangi bencana ini,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, pemerintah bersama aparat keamanan, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya membahas sejumlah strategi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Yus mengatakan langkah konkret diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.
“Dalam rapat ini, kita akan membahas strategi dan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran dan kesiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem dan kekeringan,” katanya.
Dia berharap rapat koordinasi tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin. Menurutnya, forum tersebut harus menghasilkan langkah nyata untuk memperkuat kesiapsiagaan Bangka Barat menghadapi musim kemarau dan berbagai potensi bencana.
“Kita juga akan membahas tentang peran serta masyarakat, pemerintah dan stakeholder lainnya dalam pencegahan dan penanggulangan bencana,” pungkasnya. (**)
