Deddi Wijaya Soroti Kenaikan Harga Pupuk, Minta Pemerintah Lindungi Petani

  • Bagikan
Deddi Wijaya, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat (Babar) dari Fraksi Golkar
Deddi Wijaya, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat (Babar) dari Fraksi Golkar

MENTOK, BABELHITS.COM – Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat dari Daerah Pemilihan Mentok, Deddi Wijaya, meminta pemerintah pusat dan daerah mengambil langkah nyata untuk mengatasi kenaikan harga pupuk yang semakin membebani petani.

Menurut Deddi, sektor pertanian merupakan tulang punggung ketahanan pangan daerah sehingga pemerintah tidak boleh membiarkan petani menghadapi tekanan biaya produksi tanpa dukungan yang memadai.

Ia mengatakan, para petani saat ini mengeluhkan tingginya biaya usaha tani, terutama akibat harga pupuk yang terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan produktivitas pertanian serta berdampak pada kesejahteraan petani.

“Petani hari ini menghadapi tantangan yang sangat berat. Ketika harga pupuk naik, sementara harga hasil panen tidak stabil bahkan ada penurunan harga, maka yang paling merasakan dampaknya adalah petani kecil. Negara dan pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam melihat kondisi ini,” tegas Deddi.

Deddi meminta pemerintah memperkuat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan di lapangan.

Selain itu, ketersediaan stok pupuk hingga ke tingkat desa juga harus dipastikan agar petani tidak terpaksa membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang lebih tinggi.

Menurutnya, meskipun pemerintah telah mengalokasikan anggaran subsidi pupuk yang besar, keberhasilan program tersebut tetap ditentukan oleh pengawasan distribusi dan kemudahan akses bagi petani.

Pada tahun 2026, pemerintah diketahui mengalokasikan anggaran subsidi pupuk sekitar Rp46,87 triliun guna mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

“Kebijakan yang baik harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Jangan sampai anggaran besar sudah disiapkan, tetapi petani masih kesulitan mendapatkan pupuk saat musim tanam tiba,” ujarnya.

Lebih lanjut, Deddi mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk melakukan pendataan kebutuhan pupuk secara akurat, memperkuat koordinasi dengan kelompok tani, serta menyediakan kanal pengaduan yang mudah diakses apabila ditemukan praktik penjualan pupuk di atas harga yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam melindungi petani dari tekanan biaya produksi yang terus meningkat.

“Petani adalah pahlawan pangan. Jika mereka terus dibebani kenaikan biaya produksi, maka ketahanan pangan daerah juga akan terancam. Karena itu saya meminta pemerintah lebih serius mengawal stabilitas harga dan ketersediaan pupuk demi kesejahteraan petani Bangka Barat,” tutupnya. (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *