BABELHITS.COM, MENTOK – Sudar (50) warga RT 02, RW 01, Kelurahan Sungaibaru, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditemukan tewas gantung diri, pada Rabu (14/8/2024) sekira pukul 06.00 WIB.
Dery Aryandi yang pertama kali menemukan Sudar tewas tergantung dengan seutas tali di pohon di belakang rumahnya. Menurut pria usia 40 tahun ini, penemuan mayat itu berawal dari dirinya lari pagi.
“Saya baru pulang dari joging sekitar jam 05.30. Kemudian saya menyapu halaman rumah dan selesai sekitar jam 06.00. Tiba-tiba melihat ada yang aneh dari pohon di seberang depan rumah saya,” ujar Dery.
“Saya cek rupanya orang gantung diri di pohon itu. Setahu saya beliau dipanggil Pak Sudar dan memang tinggal sendiri di rumah itu. Anaknya ada dua tapi tidak tinggal di sana. Memang beliau selama ini agak tertutup,” sambungnya.
Ia mengatakan, korban terakhir kali dia lihat sekitar 3-4 hari yang lalu sedang melaksanakan salat berjamaah. Bahkan beberapa warga lainnya juga sempat melihat korban pada Selasa (14/8/2024) kemarin melaksanakan salat di masjid tak jauh dari rumahnya.
“Jadi setelah melihat itu saya langsung panggil warga lain. Tidak lama warga sudah berkumpul bersama Pak RW kita kan. Kemudian disampaikan pula kepada pihak kepolisian yang langsung datang ke lokasi. Tadi korban sudah dievakuasi ke puskesmas,” katanya.
# Tidak Ada Tanda Kekerasan
Tim Identifikasi dari Satuan Kepolisian Resor (Polres) Bangka Barat (Babar) langsung bergerak cepat pasca mendapatkan informasi adanya orang gantung diri di kawasan Kelurahan Sungaibaru, Kecamatan Mentok.
Tim Identifikasi langsung mengevakuasi jasad korban. Kemudian membawa jasad korban ke Puskesmas Mentok untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami dapat informasi ada orang yang gantung diri dan pertama kali dilihat oleh tetangga sekitar pada pukul 06.00 WIB. Saat itu saksi baru saja pulang dari lari pagi, kemudian bersih-bersih di depan rumah, melihat kondisi sekitar ditemukan korban,” ujar Kanit Pidum Ipda Muhammad Harits Arlianto saat dikonfirmasi wartawan.
Dia mengatakan, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi dan visum telah dilakukan di Puskesmas Mentok. Hanya, tidak dilakukan autopsi sehingga korban setelah dari puskesmas langsung dibawa kembali ke rumah duka.
“Untuk sementara, keterangan dari pihak keluarga, keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi. Maka dari itu kami akan buatkan berita acara penolakan dari kepolisian,” ungkap Ipda Muhammad Harits Arlianto.
“Tindak lanjutnya kami menunggu hasil visum dari dokter. Untuk sementara dugaan kekerasan menurut keterangan dokter, kami tidak ada menemukan tanda-tanda kekerasan,” sambungnya.
Kesimpulan sementara, lanjut mantan Panit 2 Opsnal Polsek Jebus tersebut, untuk sementara keterangan dari dokter, korban murni gantung diri. Saat ini, jasad korban telah dibawa ke rumah duka setelah sempat dilakukan visum di Puskesmas Mentok. (**)
