‎‎1300

Sadis, Usai Dibunuh Korban Ditimbun di Lobang Tambang Timah

  • Bagikan
Lubang tambang timah digunakan untuk menimbun korban.

Hits, Bangka Barat– Boyon (21) tega menghabisi rekan sesama pekerja tambang, yakni Sudiar warga Dusun Pelaik, Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang.

Sebelumnya, Sudiar dilaporkan hilang selama empat hari oleh sang istri, namun siapa mengira kepergian Sudiar kala itu untuk selamanya.

Sudiar dibunuh secara sadis oleh rekannya sesama pekerja tambang,yakni Boyon (21) di sebuah gubuk kecil tempat mereka bekerja.

Boyon menghabisi nyawa Sudiar dengan cara menebas leher Sudiar  hingga berkali-kali. Saat dipastikan sudah tidak bernyawa. Boyon pun membawa jasad Sudiar ke sebuah lubang bekas aktivitas pertambangan untuk ditimbun. 

Kejadian ini terungkap usai Polsek Tempilang menerima laporan dari Alun yang tak lain adalah istri Sudiar..

Kapolsek Tempilang, Ipda Mulia Renaldi mengatakan terungkapnya kasus pembunuhan ini berdasarkan keterangan dari sang istri, dimana ketika sang suami saat meninggalkan rumah. Sudiar bepergian dengan ketiga rekannya.

Asyik Mukat, Seorang Nelayan di Basel Jadi Korban Serangan Buaya

“Istri korban melaporkan selasa siang, kemudian dari keterangan istri, korban ini pergi pada hari sabtu dengan ketiga rekannya. Kemudian kita lakukan penyelidikan ke tiga rekan korban,” ungkap Renaldi.

Lanjut dikatakan Renaldi, dari hasil keterangan ketiga rekan ini, pihaknya mendapatkan informasi bahwa Sudiar pada saat dilaporkan hilang ternyata cekcok dengan rekannya yakni Boyon (21). Dari hasil keterangan ketiga rekan inilah kemudian aparat melakukan pengejaran terhadap Boyon.

“Keterangan tiga orang ini melihat korban dan pelaku sempat berkelahi, kemudian karena takut ketiga lari tanpa melerai kejadian perkelahian tersebut. Keesokan harinya ketiga korban ini menanyakan keberadaan korban, namun pelaku membohongi dengan mengatakan bahwa korban sudah pergi ke Sungailiat,” tutur Renaldi.

Bermodalkan informasi tersebut, tim mengejar pelaku dan berhasil mengamankan saat sedang berada di rumah kakak kandungnya. Ketika diinterogasi Boyon tidak mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap Sudiar.

Akan tetapi saat dilakukan penyelidikan, tidak jauh dari lokasi kejadian perkelahian tercium aroma yang menyengat dari sebuah lubang tambang.

“Pada saat kita datangi lokasi, ada bau yang menyengat kemudian tim menelusuri sumber bau tersebut, saat digali memang benar ada jasad yang sudah ditimbun dalam kondisi leher hampir putus. Kemudian pelaku mengakui perbuatannya telah menghabisi nyawa Sudiar,” ungkapnya.

Dikatakan Renaldi berdasarkan keterangan pelaku, dirinya tega menghabisi korban lantaran sakit hati karena selalu mengutarakan kata-kata kasar.  Puncaknya, Sabtu (11/9/2021) sekira pukul 03.00 WIB, pelaku melakukan pembunuhan terhadap Sudiar dengan cara menebas lehernya dengan menggunakan sebilah parang secara berulang-ulang.

“Untuk motif pembunuhannya pelaku merasa dendam terhadap korban dan memang tidak akur dari dulu,” imbuh Kapolsek Tempilang

Selain mengamankan Boyon, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu  buah sepeda motor matic dan satu helai celana panjang warna hitam yang digunakan Sudiar.

Ipda Mulia menambahkan, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP Subs pasal 351 Ayat 3 KUHP.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *