Babelhits.com, Namang – Senyum bahagia terpancar dari wajah ratusan warga yang mengikuti program operasi katarak gratis di Rumah Sakit Ir. H. Ibnu Saleh, M.M., Kecamatan Namang, Sabtu (06/06/2026).
Sebanyak 160 peserta dari berbagai wilayah di Pulau Bangka mendapatkan kesempatan menjalani operasi secara cuma-cuma melalui kolaborasi Rumah Sakit Ir. H. Ibnu Saleh, M.M., Asia Muslim Charity Foundation (AMCF), dan Rumah Sakit Rhanaka, sebagai upaya membantu masyarakat terbebas dari gangguan penglihatan akibat katarak.
“Alhamdulillah, ini kegiatan operasi katarak yang merupakan kolaborasi beberapa pihak. Saya sangat mengapresiasi teman-teman dari AMCF yang membantu melalui berbagai donasi juga Rumah Sakit Rhanaka serta para dokter yang melaksanakan operasi ini. Selain itu, terima kasih kepada para relawan yang sangat antusias membantu masyarakat sehingga operasi katarak tahun ini dapat terlaksana dengan baik,” ucap Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman yang hadir dan turut meninjau jalannya operasi didampingi istri, Eva Algafry.
Bupati mengatakan peserta yang mengikuti program operasi katarak tahun ini berasal dari berbagai daerah di Pulau Bangka.
“Tadi disampaikan kepada saya, peserta yang hadir untuk merasakan manfaat operasi ini berjumlah 160 orang. Mereka berasal dari Bangka Selatan, Bangka Barat, Bangka Tengah, Pangkalpinang, hingga Bangka Induk. Awalnya target kita 150 orang, tetapi ternyata ada tambahan sekitar 10 peserta lagi dan alhamdulillah semuanya tetap bisa kita layani bersama-sama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Algafry berharap program operasi katarak gratis tersebut dapat terus berlanjut setiap tahun.
Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mendukung penuh agar kegiatan serupa kembali digelar pada tahun mendatang.
“Harapan kita ke depan kegiatan ini bisa terus terlaksana setiap tahun. Insyaallah tadi sudah kami diskusikan bersama relawan, dokter, dan AMCF. Tahun depan rencananya akan kembali dilaksanakan di Rumah Sakit Drs.H. Abu Hanifah, Koba,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Ir. H. Ibnu Saleh, M.M., dr. Zulkandi mengatakan kegiatan bakti sosial kali ini tidak hanya berfokus pada operasi katarak, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan kesehatan lainnya bagi masyarakat.
“Hari ini kita menggelar bakti sosial operasi katarak, kemudian ada juga USG gratis, pembersihan gigi gratis, penyuluhan kesehatan, serta peluncuran kerja sama dengan UMKM, digitalisasi pelayanan rumah sakit, dan peresmian musala,” kata Zulkandi.
Menurutnya, kerja sama antara RS Ir. H. Ibnu Saleh, M.M., AMCF, dan RS Rhanaka menjadi langkah strategis dalam memperluas pelayanan kesehatan sekaligus membantu masyarakat yang selama ini terkendala mendapatkan layanan operasi katarak.
“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa RS Ibnu Saleh sudah membuka berbagai layanan spesialis. Selain itu, kami juga ingin membantu memberantas kebutaan akibat katarak yang masih cukup banyak terjadi, terutama pada lansia. Dengan adanya operasi katarak gratis ini, sekitar 160 orang bisa mendapatkan penanganan. Bahkan peserta juga mendapatkan hadiah dari rumah sakit. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Koordinator Kemanusiaan AMCF, Akmal Musthofa Akhyar, mengatakan bahwa kegiatan operasi katarak gratis ini rutin dilaksanakan di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, kali ini kami bisa hadir di Bangka Tengah untuk melaksanakan operasi katarak yang ketiga di tahun ini setelah sebelumnya dilaksanakan di Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Barat,” ucap Akmal.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan kemanusiaan tersebut.
Kebahagiaan turut dirasakan para peserta operasi. Arzoni (61), warga Cambai, mengaku sangat bersyukur karena istrinya, Susmini (54), akhirnya bisa mendapatkan operasi katarak secara gratis setelah lebih dari satu tahun mengalami gangguan penglihatan akibat penyakit tersebut.
“Sangat senang, lebih dari senang. Kalau harus bayar sendiri tentu membutuhkan biaya yang besar. Terima kasih banyak kepada pak bupati dan semua pihak yang sudah membantu. Semoga kegiatan seperti ini ada setiap tahun, bahkan kalau bisa setiap bulan. Tadi saya dengar tahun depan akan ada lagi di Koba. Alhamdulillah, semoga benar-benar bisa terealisasi,” kata Arzoni.
Sementara itu, Susmini mengaku merasakan perasaan campur aduk antara haru dan bahagia setelah menjalani operasi katarak.
“Campur aduk dan senang. Semoga bisa kembali pulih dan beraktivitas seperti biasa, serta bisa melihat lebih jernih lagi,” ungkapnya penuh harap.
