HomeIndeks

Laba Bersih TINS Semester I 2026 Lampaui Target Tahunan, Kinerja Positif Berlanjut

  • Bagikan
Timah.com/TINS Perkuat Momentum Pertumbuhan, Laba Bersih Semester I 2026 Lampaui Target Tahunan

Babelhits.com, Pangkalpinang PT Timah (Persero) Tbk (“Perseroan”; IDX: TINS) hari ini mengumumkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional yang signifikan.

 

Kondisi Pasar Timah Global

Pasar timah global sepanjang Semester I 2026 menunjukkan fundamental yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian geopolitik global, serta perkembangan kebijakan perdagangan internasional yang masih memengaruhi sentimen pasar.

 

Harga timah tetap berada pada level yang tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung oleh kondisi pasokan global yang masih ketat akibat terbatasnya produksi tambang di sejumlah negara produsen utama.

 

Harga rata-rata logam timah Cash Settlement Price di London Metal Exchange (LME) selama Semester I 2026 tercatat sebesar USD50.319,19 per metrik ton, meningkat 56,68% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD32.115,77 per metrik ton.

 

Penguatan harga tersebut mencerminkan fundamental pasar timah yang tetap solid, meskipun pergerakannya masih dipengaruhi oleh dinamika pasokan serta perkembangan kondisi ekonomi global.

 

Seiring berjalannya Semester I 2026, kondisi pasokan timah global mulai menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan meningkatnya persediaan logam di gudang LME serta pemulihan produksi di beberapa wilayah.

 

Persediaan timah di gudang LME pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar 8.575 ton, meningkat 58,36% dibandingkan posisi awal tahun 2026 sebesa 5.415 ton.

 

Di sisi permintaan, fundamental pasar timah global tetap terjaga dengan struktur konsumsi yang masih didominasi oleh segmen solder yang menyumbang sekitar 50% dari total konsumsi dunia, terutama untuk industri semikonduktor dan elektronik.

 

Prospek permintaan diperkirakan tetap positif seiring berlanjutnya transformasi digital dan transisi energi global yang mendorong peningkatan investasi pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pusat data (data center), kendaraan listrik (electric vehicle), sistem penyimpanan energi (energy storage), serta infrastruktur kelistrikan.

 

Perkembangan tersebut diperkirakan akan semakin memperkuat peran timah sebagai bahan baku strategis dalam berbagai aplikasi teknologi modern.

 

Berdasarkan CRU Tin Monitor, produksi logam timah global pada Semester I 2026 tercatat sebesar 173.536 ton, sedangkan konsumsi logam timah global mencapai 179.256 ton.

 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar timah global masih berada dalam kondisi defisit pasokan (supply deficit), yang diperkirakan menjadi faktor penopang prospek industri timah pada Semester II 2026.

 

Kinerja Keuangan

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp10,42 triliun pada Semester I 2026, meningkat 247% dibandingkan Semester I 2025 sebesar Rp4,22 triliun.

 

Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan volume penjualan serta meningkatnya harga jual rata-rata logam timah di tengahkondisi pasar yang masih kondusif.

 

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, Perseroan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp3,48 triliun, meningkat signifikan dibandingkan Semester I 2025 sebesar Rp0,38 triliun.

 

Perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp3,90 triliun, meningkat 363% dibandingkan EBITDA Semester I 2025 sebesar Rp0,84 triliun.

 

Sementara itu, laba bersih Perseroan pada Semester I 2026 mencapai Rp2,71 triliun, melampaui target laba bersih Perseroan tahun 2026 sebesar Rp1,61 triliun atau setara 169% dari target.

 

Dari sisi posisi keuangan, nilai aset Perseroan pada Semester I 2026 meningkat 21% menjadi Rp16,45 triliun dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp13,64 triliun.

 

Posisi liabilitas tercatat sebesar Rp5,90 triliun, meningkat 13% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp5,23 triliun.

 

Sementara itu, ekuitas Perseroan meningkat 25% menjadi Rp10,55 triliun dari Rp8,41 triliun pada akhir tahun 2025, didukung oleh pencapaian laba bersih selama Semester I 2026.

 

Kinerja keuangan Perseroan juga tercermin dari peningkatan profitabilitas yang signifikan.

 

Pada Semester I 2026, Perseroan membukukan Operating Margin sebesar 33,24% (1H25: 9,01%), EBITDA Margin sebesar 37,39% (1H25: 19,92%), dan Net Profit Margin sebesar 26,05% (1H25:7,11%).

 

Selain itu, Perseroan mencatatkan Return on Assets (ROA) sebesar 16,50% (1H25:2,20%) dan Return on Equity (ROE) sebesar 25,74% (1H25: 3,57%), yang menunjukkan kemampuan Perseroan dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset dan modal untuk menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

 

Sumber Berita: PT Timah (Persero) Tbk

  • Bagikan