HomeIndeks

Gudang Timah AJ di Mentok Digruduk Warga, Hasil Tambang di Keranggan Tak Sesuai

  • Bagikan

“Tujuannya untuk menjaga hasil timah dari para masyarakat yang melakukan aksi reman. Kelancaran beroperasinya tambang di Perairan Laut Keranggan harus sama sama di bantu oleh masyarakat guna memperbaiki teknis di lapangan yang lebih baik,” ujar AJ.

Dia mengatakan bahwa tidak pernah menerima dan membeli timah di luar hasil penimbangan kepanitiaan atau timah gelap. Ia menilai, bila pihak ponton jujur dalam melakukan penambangan diyakini hasilnya dari biji timah akan lebih maksimal.

“Akan lebih maksimal dari Keranggan bila kita lakukan kerjasama dengan pihak ponton. Ini ada pemberitaan buruk tentang kepanitiaan kalau tidak ada bukti sama saja memfitnah saya.

Kami minta kepada masyarakat yang tidak setuju akan beroperasi penambangan di perairan laut Keranggan untuk datang kelokasi penambangan guna melihat langsung aktivitas tambang,” katanya.

Ia mengatakan, bila mekanisme pengerjaan dari panitia tidak diterima oleh para penambang kami akan menghentikan penambangan di perairan laut Keranggan berhenti beroperasi.

“Yang mengundang ponton untuk berkerja itu kita, kalau tiba-tiba diusir kita memikirkan mereka juga. Kalau cuma ngomong gampang, kalau usir siapa yang akan bertanggungjawab menganti kerugian pemilik ponton yang sudah datang jauh-jauh,” bebernya.

Meski demikian, ia bilang ke depannya akan menata ulang dan memperbaiki sistem kepanitiaan. Memperketat lagi tata kelola penambangan karena di sini sama-sama mencari solusi yang terbaik untuk ke depannya. Dan jangan saling menyalahkan satu sama lain.

“Kalau memang kalian masyarakat melihat ada kecurangan tolong dibantu dan sama-sama ikut menjaga Kami selaku pengelola juga tidak mau timahnya dibawa keluar, maka dari itu kita sama-sama menjaganya jangan smpai timah ada yang dijual ke luar,” katanya.

“Jangan cuma mengandalkan panitia, masyarakat juga harus ikut berpatisipasi. Di sini kami sampaikan yang menjadi preman yang menjarah timah warga kita sendiri, ke depannya apabila pemilik ponton menyuci timah tidak ngelapor akan kami jarah apabila terdapat timah yang tidak dilaporkan,” jelasnya.

Ia mohon kepada masyarakat sebagai panitia minta waktu 3 hari ke depan dalam menata ulang penambangan di Keranggan. Kalau tak ada peningkatan dan perubahan, ia serahkan kepada masyarakat kalau memang harus tutup permanen.

Ia meminta masyarakat untuk turut gabung sama-sama memantau kegiatan di penimbangan agar tidak terjadi salah paham dan kecurigaan. Untuk saat ini, ia harap ponton jangan ada yamg berkerja dulu sebelum ada perintah untuk berkerja.

Sementara itu, perwakilan pihak panitia jaga malam menyampaikan bahwa dari masyarakat meminta agar para pemilik ponton meninggalkan dan mengosongkan wilayah Keranggan. Masyarakat tak mau lagi ada kegiatan penambangan di wilayah Keranggan.

“Kalau memang harus berjalan kami meminta 1 juta per hari untuk masing-masing ponton yang akan berkerja. Kami di sini menyampaikan bahwa kami sebagai jaga malam menegaskan apabila ada kegiatan penambangan yang berkerja malam jangan seolah-olah jaga malam yang mengkondisikan,” katanya.

Lebih lanjut, dari pihak jaga malam tak pernah mengizinkan. Sepengetahuan mereka pada saat jaga malam tidak ada kegiatan penambangan malam hari. Kalau ada yang bilang ada kegiatan penambangan mlam hari itu bukan panitia jaga malam yang menyuruh.

 

  • Bagikan