Pengusaha Asal Muntok Disebut-sebut Aktor di Balik Penambangan Timah yang Diduga Ilegal

  • Bagikan
Aktifitas penambangan timah yang diduga ilegal di kawasan hutan konservasi kaki Bukit Menumbing, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Foto: Istimewa)

BABELHITS.COM, PANGKALPINANG – Nama pengusaha asal Muntok Kabupaten Bangka Barat Yusuf Effendi alias Bungkui disebut-sebut sebagai aktor di balik penambangan timah yang diduga ilegal di kawasan hutan konservasi kaki Bukit Menumbing, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Mencuatnya nama Bungkui sebagai pelaku penambangan seiring dengan keluh kesah pejabat Pemerintah Kabupaten Bangka Barat yang khawatir jika aktivitas penambangan timah di kaki Bukit Menumbing semakin meluas dan merusak bangunan bersejarah Pesanggrahan Menumbing.

Saat dikonfirmasi, Bungkui membantah jika menambang secara langsung di lokasi tersebut. Dia mengaku hanya sebagai pemilik lahan saja.

“Itu Pak Bayu yang nambang. Memang itu lahan saya. Pak Bayu yang nambang. Tapi dia bulan lalu sudah diangkat,” ujar Bungkui, Rabu (13/7/2022).

Meski nama Bayu yang dia sebut sebagai penambang, Bungkui mengaku jika menerima kompensasi dari aktivitas penambangan di lahannya tersebut.

“Saya cuma dikasih fee sekedarnya. Pak Bayu menambang sekitar tiga empat bulan. Berhenti karena tidak menghasilkan lagi dan sudah mau masuk lindung. Jadi berhenti,” ujar dia.

Menurut Bungkui, sepengetahuan dia masih ada penambang lain yang juga beraktivitas di lokasi yang sudah masuk dalam kawasan hutan.

“Didalam itu ada juga orang menambang. Tapi kayaknya tidak menghasilkan juga dan pada pergi,” ujar dia.

Sebelumnya Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bangka Barat Ridwan memaparkan bahwa penambangan di kaki Bukit Menumbing sudah merusak setidaknya 981 hektar lahan dan terus menyebar.

“Kita khawatirkan aktivitas tersebut mengancam situs sejarah yang sudah menjadi identitas Kota Muntok. Kami bukannya tidak berupaya menyelesaikan. Tapi kami sudah putus asa dan lelah karena itu sudah berjalan selama ini. Kami ingin semua membantu kami,” ujar dia. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *