‎‎1300

Ditanya Track Record Aon Diduga Pernah Terlibat Kejahatan Pertambangan, PJ Gubernur Babel: Anda Jangan Bicara Sembarangan

  • Bagikan
20220621_Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin. (svm)
Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin. (svm)

BABELHITS.COM, PANGKALPINANG – Penunjukkan bos perusahaan peleburan timah (Smelter) PT Menara Cipta Mulia, Thamron alias Aon sebagai ketua pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kegiatan Penambangan Timah Ilegal menimbulkan pro kontra di tengah para pelaku usaha dan masyarakat. Aon disebutkan diduga pernah terlibat dalam kejahatan pertambangan sehingga ditangkap pada 2006 silam.

Terkait hal itu, Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung (Babel) Ridwan Djamaluddin tidak mau ambil pusing dan malah langsung “ngegas” saat ditanya wartawan terkait track record Aon tersebut.

“Itu kata anda. Saya tidak bicara itu. Anda jangan bicara sembarangan soal track record,” ujar Ridwan kepada wartawan usai menghadiri Focus Group Discussion Pertambangan Timah di Gedung Tribrata Mapolda Babel, Selasa, 21 Juni 2022.

Ridwan menyebut setiap orang boleh saja berbuat salah dan tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki setiap kesalahan.

“Kalau pun ada, orang boleh saja berbuat salah. Mungkin ini kesempatan baik bagi beliau untuk mengembalikan sebagain dari itu sebagai bentuk baiknya. Saya tidak menempatkan Pak Aon seolah-olah beliau pelakunya. Saya tidak mengatakan itu,” ujar dia.

Ridwan menuturkan sengaja mengajak pelaku usaha dalam upaya penertiban tambang ilegal. Terkait nama Aon sebagai ketua pelaksana satgas, dia menyebutkan bahwa hal tersebut adalah usulan.

“Pertimbangan saya mengapa beliau, karena beliau memang berpengalaman panjang. Kedua, sepengetahuan saya beliau sudah selesailah urusan sama keekonomian dia sendiri. Kira-kira sudah punya cukup uang lah. Sehingga kalau mau bekerja, bisa meluangkan waktu untuk berbakti kepada republik ini bisa diimbangi dengan cara itu,” ujar dia.

Ridwan menambahkan tidak ingin memberikan kesan bahwa Aon adalah orang jahat yang seolah-olah sedang dihukum.

“Itu sama sekali tidak. Saya mengajak bukan hanya beliau, semua kita ajak. Saya lengkapi susunan pengurus satgasnya nanti. Hingga saat ini Pak Aon masih menerima. Saya bilang kalau ada masalah atau ada kekhawatiran kembali ke pemerintah saja,” ujar dia. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *