Babelhits.com, Semarang – Dewan Energi Nasional (DEN) mengajak generasi muda untuk mengambil peran sebagai pelopor transisi energi dan penjaga warisan masa depan melalui upaya mewujudkan Net Zero Emission (NZE) 2060.
Pesan tersebut disampaikan Anggota DEN, Sripeni Inten Cahyani, dalam program NETIZEN (Net Zero Impact & Energy Transition) yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Kamis (4/6).
Menurut Inten, generasi muda merupakan pihak yang akan paling merasakan dampak dari keberhasilan maupun kegagalan pengelolaan energi saat ini. “Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kalian harus menjadi pelopor perubahan, karena masa depan transisi energi Indonesia ada di tangan kalian,” tegasnya.
Inten menegaskan bahwa sektor energi nasional menghadapi tantangan yang semakin besar. Indonesia yang dahulu merupakan negara pengekspor minyak kini telah menjadi pengimpor bersih minyak (net oil importer), sementara kebutuhan energi terus meningkat.
Kondisi tersebut menegaskan bahwa transisi energi bukan hanya agenda lingkungan, tetapi juga strategi untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi energi, subsidi yang tepat sasaran, serta optimalisasi potensi energi domestik agar sumber daya yang selama ini terserap untuk impor dan subsidi energi dapat dimanfaatkan secara lebih produktif bagi perekonomian.
Inten menambahkan, di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060 melalui pemanfaatan energi baru terbarukan dan sumber daya domestik.
“Kita sedang berada pada momentum terbaik untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mewujudkan Net Zero Emission,” pungkasnya.
Diskusi yang mengusung tema “Percepatan Transisi Energi Nasional di Tengah Disrupsi Politik Global: Optimalisasi Potensi Energi Baru Terbarukan Jawa Tengah untuk Ketahanan Energi dan NZE 2060” tersebut turut menghadirkan narasumber Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, serta PT PLN (Persero) wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Forum diikuti oleh akademisi, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan sektor energi.
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Fakultas Hukum Undip, Kadek Cahya Susila Wibawa, dalam sambutannya menegaskan bahwa transisi energi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknologi dan ekonomi, tetapi juga menyangkut dimensi hukum dan keadilan sosial.
Menurutnya, perubahan kebijakan diperlukan untuk menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus memastikan proses transisi energi berjalan secara adil. Ia menyoroti pentingnya kebijakan karbon, perlindungan masyarakat pesisir, serta penerapan prinsip energy justice agar kelompok masyarakat lokal dan rentan tidak tertinggal dalam proses transformasi energi.
Pandangan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pemanfaatan energi bersih. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pribadi, menegaskan bahwa swasembada energi merupakan amanat nasional yang harus diwujudkan melalui penguatan pasokan sekaligus perubahan pola konsumsi energi masyarakat.
Menurut Bramantyo, perencanaan sektor ketenagalistrikan harus selaras dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang mendorong peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan. Salah satu langkah yang paling dekat dengan masyarakat adalah percepatan penggunaan kendaraan listrik dan teknologi hemat energi.
Ia juga menjelaskan bahwa elektrifikasi rumah tangga, termasuk penggunaan kompor induksi, mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
“Transisi energi bukan hanya soal menurunkan emisi, tetapi juga bagaimana kita menggunakan energi secara lebih efisien dan produktif,” ujarnya.
Bramantyo menambahkan, PLN saat ini memiliki cadangan daya sekitar 2.000 MW di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta serta terus memperluas infrastruktur pendukung kendaraan listrik, termasuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Sementara itu, perwakilan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Rifky Mahendra, menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi energi di kalangan generasi muda sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa ketahanan energi dan pencapaian Net Zero Emission 2060 memerlukan partisipasi seluruh elemen bangsa. Generasi muda diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan menuju sistem energi yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan bagi Indonesia.
