‎‎1300

Meksiko, Negara Ekonomi Terbesar Ke 15 di Dunia Bisa Jadi Pangsa Pasar Produk Unggulan Bangka Belitung

  • Bagikan
Perindag.babelprov.go.id/Meksiko, Negara Ekonomi Terbesar Ke 15 Di Dunia, Menjadi Pangsa Pasar Produk Unggulan Babel

Babelhits.com, Pangkalpinang – Untuk kedua kalinya di awal tahun 2026, Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel), menyelenggarakan business pitching, yang difasilitasi oleh Kemendag RI.

 

Kali ini, negara yang menjadi tujuan business pitching yaitu negara Meksiko, pada Kamis lalu (12/2) di Kantor Disperindag Babel.

 

Dalam pertemuan tersebut, Direktorat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag RI menghadirkan langsung Kepala ITPC Mexico City Leonardo Silaban beserta anggotanya yaitu Yanto Nawir dan Rini bersama pengusaha UMKM Babel produk yaitu Sago Mee, Kripik Cumi Nina, Billiton Spice (lada), Madu Trigona Kelompok Tani Laskar Misela dari Kabupaten Belitung Timur.

 

Kegiatan yang di hadiri Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Babel Fred Ferdiansyah dan Bea Cukai Pangkalpinang Agung Hermawan.

 

Menurut Kepala ITPC Mexico City Leonardo Silaban, Indonesian Trade Promotion Center (ITC) merupakan Lembaga teknis di bawah Kemendag RI, yang bertugas mempromosikan ekspor produk Indonesia ke pasar internasional, menjembatani pelaku usaha serta memfasilitasi hubungan dagang dengan negara mitra dalam berbagai bentuk kegiatan.

 

Saat ini, ITPC dibawah Kemendag tersebar di 19 negara di dunia.

 

Mexico adalah negara dengan kemampuan ekonomi terbesar ke-15 di dunia dengan PDRB USD 1,41 Trilyun sehingga memiliki daya beli yang relatif tinggi. Dengan 129 juta penduduknya dimana tercatat 104,1 juta merupakan pengguna internet membuka peluang e-commerce.

 

“Mexico merupakan pintu masuk eksportir ke Amerika berpeluang untuk produk furniture, home decor, F & B, handycraft, wig & eyelash, glassware, essential oil, kopi luwak, avocado oil, dll.

 

Kepabean Mexico sangat ketat dalam penerapan standarisasi produk, untuk HS code komoditas ekspor Mexico menerapkan HS 10 digit.

 

Tantangan dan hambatan produk Indonesia masuk Mexico antara lain biaya logistik, belum adanya perjanjian dagang sehingga berakibat bea masuk tinggi, kemiripan produknya dengan Indonesia, minimnya kontak dengan pelaku usaha/calon buyer karena bahasa,” ujar Ketua ITPC Mexico.

 

Sementara itu,Kepala Disperindag Babel diwakili oleh Kepala Bidang SPPE didampingi tim mengharapkan, kegiatan business pitching dengan menjelaskan beragam keunggulan produk asal Provinsi Bangka Belitung akan membawa produk masuk ke retail Mexico.

 

Business pitching hari ini menghadirkan produk-produk dengan keunggulan atau keunikan tersendiri dan belum dikenal khususnya di negara tujuan Mexico,” ujarnya.

 

Di waktu yang sama, Rini Anggota ITPC mengatakan, bahwa untuk produk Sago mee, Mexico punya demand yang tinggi dampak dari K-POP dan drama korea yang mewarnai cita rasa makanan di Mexico, pemasok mie yang ada adalah Korea dan Jepang sehingga ada angin segar.

“Apalagi sertifikasi keamanan pangan sudah dimiliki tinggal promosi untuk invetigasi terus calon buyer Mexico,” ujar Rini.

 

Pada kesempatan tersebut, seluruh pelaku usaha asal Bangka Belitung mempresentasikan produknya, misalnya saja Tani Laskar Misela dengan produk madu TRIGONA menyampaikan keunggulan madunya di mana madu Misela adalah hasil budidaya lebah dengan standar kualitas pengolahan yang baik dan konsep peduli lingkungan.

 

Untuk madu Misela, sebagaimana produk makanan atau herbal lainnya harus dilengkapi dengan standarisasi dan informasi komposisi produk yang detail agar masuk pasar Mexico.

 

Mexico adalah produsen madu sehingga pemerintah Mexico akan menerapkan kebijkan guna melindungi produk lokal, namun dengan keunggulan yang ditawarkan madu TRIGONA Misela peluang untuk pasar lokal tetap menjanjikan.

 

Sementara itu, Billiton Spice dengan pengalaman ekspor ke Perancis, Hongkong, Nederland berharap Mexico dengan konsumtif lada yang cukup besar dapat memberikan peluang ekspor. Bahwa lada Billiton Spice dengan keutamaan kualitas produk dengan kandungan piperin yang lebih tinggi disbanding negara Vietnam yang saat ini jadi pemasok lada di Mexico.

 

Sago Mee adalah mie dengan bahan baku sagu yang khas dari wilayah tertentu di Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Papua) memiliki keunggulan lebih sehat dengan tekstur yang lebih lembut dibanding mie pada umumnya.Sagoo Mee telah ekspor produk ke Singapura dan ke Perancis, Belanda serta Jepang melalui hand carry.

 

Diharapkan produk Sago Mee dapat display di ITPC Mexico mengingat keunikan bahan bakunya dan menguatkan story telling produk untuk mendukung promosinya.

 

Snack atau cracker di Mexico umumnya berbahan baku kentang dan di banyak produk makanan Mexico menggunakan lemon sebagai varian rasa.

 

Kripik cumi yang diinformasikan PT Selera Nusantara Cumi Nina seperti halnya Sago Mee yang dihadirkan PT Langit Bumi Lestari, adalah produk dengan keunikan tersendiri yang memiliki peluang di Mexico.

 

Apalagi kripik cumi dengan teknologi pengolahannya dapat bertahan dalam penyimpanan untuk waktu yang relatif lama bagi produk makanan olahan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *