HomeIndeks

Indonesia dan Slovakia Kerja Sama Kembangkan PLTN

  • Bagikan
Indonesia dan Slovakia kerja sama kembangkan PLTN. (ist)

Babelhits.com, Jakarta – Kerja sama teknologi nuklir antara Indonesia dan Slovakia memasuki fase yang lebih konkret setelah pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, dengan Menteri Luar Negeri dan Eropa Slovakia, Juraj Blanár, di Jakarta pada 3 Februari 2026. Dalam dialog yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri RI, Slovakia menawarkan penguatan kerja sama dalam berbagai bidang strategis, termasuk pengembangan teknologi nuklir yang kini menjadi agenda penting bagi upaya transisi energi Indonesia.

Blanár menekankan bahwa kerja sama tidak cukup dibangun melalui komunikasi diplomatik semata, tetapi harus disertai penguatan kapasitas sumber daya manusia serta pertukaran keahlian teknis.

Menurutnya, pendidikan menjadi fondasi utama dalam pengembangan teknologi jangka panjang. “Bukan hanya di bidang teknik, kami memiliki pengalaman yang baik yang dapat kami tawarkan kepada Anda di bidang teknik, karena ini merupakan hal yang sangat penting bagi banyak tantangan,” ujarnya, dilansir dari kumparan.com.

Selain itu, Slovakia membuka peluang luas bagi Indonesia untuk belajar dari pengalaman panjang negara tersebut dalam pengembangan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir. Blanár menegaskan bahwa negaranya telah menempuh perjalanan lebih dari enam dekade dalam membangun, mengelola, serta melakukan penanganan insiden hingga proses pelucutan fasilitas nuklir. “Slovakia memiliki pengalaman yang baik di bidang ini, dan kami juga dapat menawarkan studi di bidang ilmu nuklir,” tambahnya.

Tawaran ini datang pada momentum ketika Indonesia tengah mengkaji pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi nasional. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen global untuk menekan emisi karbon serta menghadirkan sumber energi bersih yang stabil di tengah meningkatnya kebutuhan listrik domestik.

Slovakia sendiri menjadi contoh bagaimana negara dengan skala ekonomi relatif kecil mampu menjadikan energi nuklir sebagai tulang punggung pasokan listrik nasional. Sejumlah reaktor yang telah beroperasi selama puluhan tahun menyuplai sebagian besar kebutuhan energi domestik, sekaligus membantu menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan fluktuasi harga energi global.

Tak hanya aspek teknis, Blanár juga menyoroti pentingnya kolaborasi di sektor pendidikan guna mencetak tenaga ahli nuklir masa depan. Program pertukaran pelajar, beasiswa, serta pelatihan sains dan teknologi dinilai dapat memperkuat kapasitas Indonesia dalam mengelola teknologi tinggi secara aman dan profesional.

Menanggapi tawaran tersebut, Sugiono menyampaikan apresiasi atas kesediaan Slovakia berbagi pengalaman serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Ia memandang kunjungan tersebut sebagai jembatan diplomasi sekaligus peluang investasi strategis bagi Indonesia. “Kami mengundang para investor dan pelaku bisnis Slovakia untuk datang ke Indonesia, bermitra, serta mengimplementasikan proyek-proyek yang menjadi kepentingan bersama,” ujarnya, dilansir dari kumparan.com.

Pertemuan bilateral itu juga diiringi penandatanganan nota kesepahaman antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia dengan Slovak Investment and Trade Development Agency yang mencakup penguatan kerja sama perdagangan dan investasi di sektor strategis, mulai dari transisi energi hingga kesehatan dan pangan.

Kedua negara sepakat memusatkan dialog pada sejumlah prioritas yang realistis dan terukur agar kerja sama tidak berhenti pada kesepakatan formal semata. Slovakia bahkan membuka peluang pembentukan komisi bersama untuk merumuskan proyek konkret yang dapat dijalankan dalam jangka menengah hingga panjang.

Penawaran kerja sama ini menjadi sinyal kuat bahwa energi nuklir semakin dipandang sebagai bagian penting dari peta jalan energi bersih Indonesia. Di tengah tantangan perubahan iklim serta kebutuhan listrik yang terus meningkat, nuklir menawarkan kombinasi antara pasokan stabil dan emisi karbon rendah.

Keterlibatan industri nuklir domestik mulai menunjukkan progres konkret melalui peran PT Thorcon Power Indonesia, pengembang reaktor modular berbasis garam cair Thorcon 500 yang dirancang dengan pendekatan keselamatan inheren dan stabilitas operasi jangka panjang. Teknologi ini mengusung sistem keselamatan pasif serta desain efisien yang memungkinkan operasional lebih aman sekaligus ekonomis dibandingkan reaktor konvensional generasi lama.

Pendekatan modular yang diterapkan membuka peluang pembangunan pembangkit secara bertahap sesuai kebutuhan energi nasional, sekaligus menekan risiko investasi awal yang besar. Konsep tersebut selaras dengan kondisi Indonesia sebagai negara berkembang yang membutuhkan solusi energi bersih berkapasitas besar namun tetap fleksibel dan berkelanjutan.

Jika kerja sama dengan Slovakia dapat ditindaklanjuti melalui proyek konkret dan transfer keahlian jangka panjang, Indonesia berpeluang mempercepat pembangunan ekosistem nuklir nasional, baik dari sisi teknologi, regulasi, maupun sumber daya manusia. Di tengah dinamika geopolitik global dan krisis iklim yang kian nyata, kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk membangun masa depan energi yang aman, bersih, dan berdaya saing.

  • Bagikan