Pakar Iklan Sebut Klaim Sumber Air Mineral sebagai Air Pegunungan Tidak Salah

  • Bagikan
Unsplash/Ilustrasi Air Alami

Babelhits.com, Nasional – Klaim sumber air minum dalam kemasan (AMDK) asli Indonesia sebagai air pegunungan yang ramai diperbincangkan publik dinilai tidak keliru dari sudut pandang etika periklanan.

 

Ketua Badan Musyawarah Etika Dewan Periklanan Indonesia, Hery Margono, menegaskan bahwa klaim tersebut dapat dibenarkan selama memiliki dasar fakta yang kuat dan telah diverifikasi oleh lembaga berwenang, dalam hal ini Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

 

“Jika lembaga yang berwenang seperti BPKN sudah mengonfirmasikan sumber air Aqua dari pegunungan, berarti klaim ‘dari pegunungan’ itu boleh,” ujar Hery Margono mengutip laman resmi InfoPublik, Rabu lalu (5/11/2025).

 

Mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) ini menjelaskan bahwa prinsip utama dalam produksi iklan adalah kejujuran dan tidak menyesatkan. Yang keliru, menurutnya, adalah jika sebuah klaim tidak berbasis pada fakta aktual.

 

“Jika faktanya sumber air tidak semua bersumber dari air pegunungan, maka klaim harus disesuaikan, walaupun pada mulanya bersumber dari air pegunungan,” tambahnya.

 

Hery juga memberikan pandangannya mengenai cepatnya isu sumber air AMDK Indonesia ini viral di masyarakat.

 

Menurutnya, hal itu wajar mengingat posisi Aqua sebagai pelopor industri yang telah beroperasi selama 50 tahun dan telah memenangkan market share sebagai pemimpin pasar.

 

“Kemudian juga (Aqua) sudah memenangkan pangsa hati (heart share) dan pangsa benak (mind share), jadi cepat mencuat,” jelasnya.

 

Klarifikasi juga datang langsung dari pihak produsen. VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, memastikan bahwa klaim pada label Aqua sudah sesuai dengan fakta di lapangan, yaitu sumber air pegunungan.

 

Fakta ini, menurutnya, dapat dibuktikan melalui berbagai studi ilmiah di bidang geologi dan hidrologi. Vera menjelaskan bahwa meskipun pengambilan air dilakukan melalui proses pengeboran, hal itu hanyalah metode untuk mengakses sumbernya.

 

“Jadi sumber airnya adalah sumber air pegunungan sesuai dengan klaim kami di label. Tetapi cara pengambilannya, tentunya industri manapun yang menggunakan air tanah dalam, pengambilannya dengan pengeboran. Jadi pengeboran itu adalah caranya, tetapi sumber airnya adalah sumber air pegunungan,” paparnya.

 

Pernyataan perusahaan ini memperoleh penguatan dari hasil kunjungan BPKN ke pabrik Aqua.

 

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional, Muhammad Mufti Mubarok, menegaskan bahwa Aqua tidak membohongi publik terkait sumber air mereka.

 

“Kami saksikan sendiri bahwa Aqua memang air gunung. Prosesnya memang melalui pengeboran, tetapi sumber airnya tetap dari pegunungan,” kata Mufti.

 

Ia menekankan bahwa metode pengeboran merupakan bagian dari proses produksi yang memenuhi standar teknis untuk mengakses air dari akuifer dalam di kawasan pegunungan, bukan berarti air berasal dari sumber buatan.

 

BPKN juga mengapresiasi komitmen tinggi Aqua terhadap kualitas. Mufti mengungkapkan bahwa perusahaan menerapkan lebih dari 400 parameter uji kualitas air, jauh melampaui kewajiban standar nasional.

 

“Ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap kualitas dan keamanan produk. Sebenarnya tidak perlu 400, tapi ini dijalani dan ini menjadi catatan kami bahwa memang konsumen harus percaya ini air berkualitas,” pungkasnya.

 

Dengan demikian, klaim air pegunungan pada produk AMDK Indonesia dinyatakan sah dan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Sumber Berita: InfoPublik

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *