‎‎1300

PWI Babel Apresiasi Polri dan Dukung Ungkap Pelaku Demo Anarkistis: Perlu Evaluasi SOP Tangani Unjuk Rasa

  • Bagikan
Ketua PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mohammad Fathurrakhman. (Foto: Istimewa)

Babelhits.com, Pangkalpinang – Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan budaya sopan santun, ramah serta memiliki jiwa gotong royong. Masyarakatnya terdiri atas berbagai suku, agama serta bahasa yang berbeda pula dari setiap daerah dari Sabang sampai Merauke.

Keragaman tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki warna tentang persatuan dan tenggang rasa yang tinggi sebagai negara yang besar dan bermartabat.

Dengan semangat saling menghargai, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), sebagai bagian dari keaneragaman itu, turut mencermati dinamika yang berkembang akhir-akhir ini.

Terutama penyampaian aspirasi dan keresahan oleh elemen anak bangsa lainnya seperti mahasiswa, pelajar hingga Ojol terkait berbagai situasi yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Pada prinsipnya, PWI Babel menghormati hak dalam menyampaikan aspirasi yang dilakukan secara bermartabat. PWI Babel menilai aspirasi tersebut merupakan hal yang diperlukan demi menjadikan Indonesia menjadi lebih baik ke depan.

Ketua PWI Babel, Mohammad Fathurrakhman atau Boy mengatakan aksi menyampaikan aspirasi yang bertujuan baik, jika dilakukan dengan cara yang tidak benar, bisa saja dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab dan ingin memecah belah anak bangsa dengan menghasut.

Boy mengatakan, PWI Babel sebagai organisasi profesi yang independen mengajak berbagai elemen anak bangsa , dalam menyampaikan aspirasi agar menaati aturan yang berlaku.

Hal ini penting, agar terhindar dari upaya provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab yang justru bisa mengakibatkan terjadi tindakan anarkistis seperti perusakan terhadap fasilitas umum dan menimbulkan korban jiwa seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

“Kami bersyukur bahwa kepolisian mampu menangani kelompok-kelompok yang berupaya menciptakan kegaduhan di bumi nusantara ini. Dengan kesigapan dan ketegasan Bapak Kapolri serta jajarannya, situasi dapat segera kembali kondusif,” kata Boy, Selasa (16/9/2025).

PWI Babel, lanjut Boy, mengapresiasi terhadap upaya Polri dalam mengungkap pelaku-pelaku tindakan anarkistis. Hakekatnya, para pelaku ini bukan bagian dari massa yang menyampaikan aspirasi.

“Kami mendukung penuh upaya Polri untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat, sehingga tindakan anarkistis tersebut tidak kembali terjadi lagi,” tegasnya.

Selanjutnya, PWI Babel berharap bahwa ke depan Polri segera mengevaluasi SOP dan mempersiapkan personel-personelnya dalam menangani unjuk rasa.

“Kami melihat di beberapa tempat, masih terdapat anggota Polri yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam melakukan pengamanan,” kata Boy.

Untuk itu, Boy mengigatkan bahwa reformasi kepolisian yang berfokus pada penanganan unjuk rasa merupakan agenda mendesak yang harus segera dilakukan.

Polri harus kembali kepada nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) dan sesuai dengan standar-standar kepolisian baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

“Mari bersama-sama kita merawat persatuan dan kesatuan. Jangan mau diadu domba oleh kelompok-kelompok yang ingin merusak bangsa Indonesia,” kata Boy.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *