HomeIndeks

Distangan Beltim dan Kodim 0414 Gelar Penyuluhan Cara Membuat Pupuk dari Limbah

  • Bagikan
Portal.beltim.go.id/Distangan dan Kodim 0414 Ajarkan Bikin Pupuk dari Limbah

Babelhits.com, Belitung Timur – Tim Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0414/Belitung bersama Dinas Pertanian dan Pangan (Distangan) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar penyuluhan pertanian bagi warga dan kelompok tani.

 

Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Kantor Desa Simpang Pesak, Kecamatan Simpang Pesak, Selasa lalu (29/7/2025).

 

Narasumber yang dihadirkan merupakan Penyuluh Pertanian Distangan Kabupaten Beltim, Dudi Rusmawandi. Di mana Dudi mengajarkan para kelompok tani mengenai pemanfaatan limbah organik, dalam hal ini dengan bahan limbah batang pisang.

 

“Limbah organik batang pisang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan, terutama sebagai bahan baku pupuk organik, baik dalam bentuk pupuk cair (POC) maupun kompos. Selain itu, batang pisang juga bisa diolah menjadi pakan alternatif untuk ternak, serta memiliki potensi dalam pengobatan tradisional,” ungkap Dudi.

 

 

Pupuk dari limbah pisang dapat dibuat dengan beberapa cara, baik dari kulit pisang maupun batang pisang.

 

Limbah pisang kaya akan nutrisi seperti kalium yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman.

 

Proses pembuatannya bisa sederhana, seperti merendam kulit pisang dalam air atau mengolahnya menjadi kompos.

 

Namun sayangnya masih banyak warga khususnya petani yang memanfaatkan dengan baik.

 

“Kita lihat limbah barang pisang ini cukup banyak, tapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Dan memang sejak tahun 2015 sampai sekarang arahan dari pusat untuk penggunaan pupuk pestisida dan kimia sudah mulai dikurangi yang beralih ke bahan organik,” ujar Dudi.

 

Dengan melibatkan peran ibu-ibu kelompok wanita tani, Dasawisma dan PKK, Dudi berharap kebermanfaatan limbah batang pisang bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

 

Setelah mendengar pemaparan banyak petani yang mengaku tertarik untuk memanfaatkan limbah pisang untuk pupuk organik. Salah satunya, Sumarni (50), anggota kelompok wanita tani Desa Simpang Pesak.

 

 

“Kalau bisa mengurangi biaya beli pupuk kimia, kenapa tidak? Ini sangat membantu kami di tengah naiknya harga bahan pertanian,” ujarnya Sumarni.

 

Sumarni mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan penyuluhan pertanian TMMD ke-125 ini. Banyak informasi dan pengetahuan baru yang diperoleh oleh warga desa.

  • Bagikan