BABELHITS.COM, MENTOK – Salah seorang pemuda berusia 28 tahun asal Kota Mentok mengalami kejadian tidak terduga pada Kamis (10/4/2025) pagi. Pasalnya, saat dia sedang beristirahat, korban diserang dengan senjata tajam jenis parang oleh rekannya sendiri.
Korban berinisial E, buruh harian lepas yang tinggal di bengkel Simpang Golf, Kelurahan Sungaibaru, Mentok. Lalu, terduga pelaku berinisial F (29), warga Gang Siswa, Desa Belolaut, Kecamatan Mentok.
Kapolsek Mentok, Iptu Rusdi Yunial seizin Kapolres, AKBP Pradana Aditya Nugraha menjelaskan, kronologi kejadian yang terjadi sekira pukul 03.00 Wib. Saat itu, pada Rabu (9/4/2025) sekira pukul 19.00 Wib, E sedang istirahat di bengkel mobil milik Menkiong di kawasan Simpang Golf.
Tiba-tiba, korban dihubungi ibu terduga pelaku F melalui telepon. Menanyakan keberadaan pelaku dan korban jawab bahwa pelaku sudah pindah ke Mess yang berada di Pal 2, Sungaidaeng. Ibu pelaku kemudian bertanya terkait sang anak bisa dipindahkan ke Pal 2.
“Lalu korban jelaskan ke ibu pelaku dia sudah ditegur bos karena sering terlambat kerja. Dan kalau terlambat lagi akan di pecat oleh bos karena itu pelaku pindah ke Mess yang berada di kawasan Pal 2,” ujar Iptu Rusdi kepada wartawan pada Senin (14/4/2025).
Pasca mendengar kabar itu, ibu pelaku berpesan kepada korban saat bertemu F agar disampaikan bahwa ibunya mau pulang. Sebelum menutup panggilan, korban memberikan nomor ponsel seseorang yang berada satu mess dengan terduga pelaku kepada ibunya.
Sekira jam 20.00 Wib, pelaku bersama seorang temannya yang tidak korban kenal datang ke bengkel. Pelaku tiba dengan menggunakan motor Honda Beat. Keduanya lalu masuk ke bengkel dan ketika hendak ke luar, korban bilang bahwa ibunya ada menelpon.
“Korban menyampaikan amanah sang ibu ke pelaku dan dijawab ‘oh ya sudah di biarkan saja’. Setelah itu pelaku dan temannya pergi dari bengkel mobil. Namun, pada jam 03.00 Wib di tanggal 10 April 2025, pelaku datang kembali ke bengkel,” tambah Iptu Rusdi.
Kala itu, ia berujar, korban sedang tidur dan beristirahat di dalam kamar di bengkel. Pelaku kemudian menendang pintu kamar membuat korban langsung terbangun. Ia lihat pelaku memegang senjata tajam jenis parang di tangan kanan dan senjata pisau di tangan kiri.
“Pelaku langsung mengatakan kepada korban ‘Kau ngomong apa dengan ibu ku’ sambil berteriak. Korban jawab dia tidak ada ngomong apa-apa, namun pelaku langsung mengayunkan senjata tajam jenis parang menggunakan tangan kanan ke arah korban,” ujarnya.
“Korban langsung menepis parang itu dan tangan kirinya menahan tangan kiri pelaku yang memegang pisau. Korban berlari ke luar kamar dan menahan pintu kamar dari luar. Akan tetapi lalu pelaku menghancurkan barang-barang yang ada di dalam kamar,” terangnya.
Lebih lanjut, dalam sekejap, sejumlah barang yang ada di dalam kamar hancur oleh parang di tangan pelaku. Bahkan saat itu, pelaku sempat mengancam akan membunuh orang yang telah berbicara dan menyudutkan tentang pelaku kepada ibunya.
Di sisi lain, korban terus berusaha agar pelaku tenang sambil menahan pintu kamar dari luar. Kurang lebih 30 menit, pelaku mulai tenang dan korban minta parang yang dipegang untuk dibuang. Pelaku kemudian mengamini hal itu dan meminta pintu kamar agar dibuka.
“Saat pintu dibuka, pelaku memberikan parang itu ke korban. Pelaku kemudian menangis sambil mengatakan ‘Kenapa orang terdekat saya bisa kayak gini dengan saya, kalau bisa pada saat saya ada masalah di proyek ibu saya jangan sampai tahu,” jelasnya.
Saat itu, pelaku minta parang miliknya lagi dengan pelapor dan lalu pergi dari bengkel mobil. Kemudian, korban lalu mengecek kondisi bengkel dan turun ke bawah. Dia melihat kursi yang ada di teras sudah hancur. Ia terpaksa tidur di mobil yang ada di bengkel tersebut.
“Pagi harinya, Ko Acon selaku kepala tukang las proyek milik Menkiong lalu menghubungi korban dan menanyakan apa yang terjadi di bengkel. Korban pun menjelaskan ke Ko Acon bahwa pelaku F yang melakukan pengerusakan di bengkel mobil milik Menkiong,” ujarnya. (**)
