Dua Tahun Ini, Kasus DBD di Bangka Barat Turun Ini yang Dilakukan Dinkes

  • Bagikan
Ilustrasi DBD. Dok JawaPos
Ilustrasi DBD. Dok JawaPos

BABELHITS.COM, BANGKA BARAT – Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat mencatat dua tahun terakhir, Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerahnya mengalami penurunan.

Sepanjang Januari hingga 30 Juni 2024 kemarin, penderita DBD di Babar tercatat sekitar 152 orang. Sementara itu, sepanjang tahun 2022, kasus DBD di Babar ada 716 kasus, sedangkan tahun 2023, penderita DBD sekitar 304 kasus.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Babar, Eva Faridlah mengatakan, dari 152 kasus di tahun 2024 tersebar di berbagai kecamatan.

Di antaranya 95 kasus di Puskesmas Mentok, Puskesmas Simpangteritip 4, Puskesmas Kundi 5, Puskesmas Jebus 13 dan Puskesmas Puput 14 kasus.

“Puskesmas Sekarbiru ada 12, Kelapa 6 dan Puskesmas Tempilang ada 3. Sejauh ini belum ada kematian atau nol kasus kematian akibat DBD,” ujar Eva, Kamis (11/6/2024) siang.

Sementara itu, dibandingkan dengan 2 tahun terakhir, kasus DBD di Babar jauh turun signifikan. sepanjang tahun 2022 saja, kasus DBD di Babar capai 716 kasus.

Dari ratusan penderita DBD itu, 10 di antaranya meninggal dunia. Di mana, jumlah itu tersebar di berbagai daerah.

“Jadi sepanjang tahun 2022 itu tercatat paling banyak penderita DBD di wilayah kerja Puskesmas Mentok. Jumlahnya sekitar 209 dengan 5 kasus kematian. Simpangteritip 54 dengan 1 kematian, Jebus 91 dengan 1 kematian dan Parittiga 114, nol kematian,” katanya.

Sementara, Puskesmas Kelapa tercatat ada 75 kasus dengan 1 kematian. Dan Puskesmas Tempilang mencapai 173 kasus dengan 2 kematian. Kemudian di tahun 2023, turun hingga 50 persen menjadi 304 kasus.

“Data yang sudah kita himpun itu ada 304 kasus sepanjang 2023, 4 penderita meninggal dunia. Ini tersebar juga dari berbagai wilayah kerja Puskesmas. Seperti Mentok 52 kasus, nol kematian. Simpangteritip 40 kasus, 1 kematian, Kundi 20 kasus, nol kematian,” bebernya.

“Selanjutnya di Puskesmas Jebus 64 kasus dengan 2 kematian, Puskesmas Puput 44 kasus dengan 0 kematian. Puskesmas Sekarbiru 56 kasus dengan 1 kematian, Kelapa 16 kasus, 0 kematian dan Puskesmas Tempilang 12 kasus dengan 0 kematian,” ucapnya.

 

# Pendistribusian Ikan Nila 

Kendati ada penurunan kasus DBD di Kabupaten Bangka Barat, Kepala Dinas Kesehatan, Muhammad Safi’i Rangkuti imbau masyarakat, untuk memberantas Sarang Nyamuk (PSN).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *