Tak Disangka Ini Dia Sederet Manfaat Minyak Makan Merah, Punya Pengaruh Positif untuk Tubuh

  • Bagikan
Indonesia.go.id/Minyak Makan Merah, Kurang Populer tapi Sarat Manfaat

Babelhits.com, Nasional – Proses produksi minyak sawit merah yang lebih sederhana, menghilangkan lebih sedikit nutrisi yang terkadung dalam biji maupun kulit sawit.

 

Hal ini menjadikan minyak sawit merah sebagai alternatif yang berpotensi lebih sehat daripada minyak sawit standar.

 

Sejumlah penelitian atas produk ini, berhasil mengindentifikasi pengaruh positif dan potensi risikonya bagi kesehatan konsumen.

 

Minyak sawit merah mengandung 50% asam lemak jenuh, 40% asam lemak tak jenuh, dan 10% asam lemak tak jenuh ganda.

 

Menurut USDA, satu sendok makan (14 gram) minyak sawit merah mengandung 126 kalori, dilansir dari organicfacts.net.

 

Minyak sawit merah juga merupakan salah satu sumber karoten alami terkaya, seperti alfa-karoten, beta-karoten, dan likopen.

 

Beta karoten adalah prekursor vitamin A dan minyak dianggap sebagai sumber vitamin ini.

 

Minyak sawit juga kaya akan sterol dan vitamin E, yang menjadi salah satu alasannya digunakan dalam produk perawatan kulit.

 

Minyak kelapa sawit murni memperoleh banyak minat dari konsumen internasional pada tahun 2013 setelah Dr. Oz, seorang ahli bedah jantung yang beralih menjadi tokoh televisi, mengklaim bahwa minyak tersebut adalah salah satu minyak paling bergizi yang pernah ada.

 

Dipaparkan pula, kandungan antioksidan karotenoid dan tocotrienol membantu memberikan keunggulan yang signifikan atas minyak kelapa.

Manfaat bagi Kesehatan

 

Minyak sawit merah merupakan sumber nutrisi dan antioksidan yang baik, tetapi faktor-faktor seperti kandungan lemak dan kolesterol dapat menimbulkan komplikasi bagi sebagian orang.

 

Namun penelitian telah menemukan beberapa manfaat kesehatan potensial dari mengonsumsi minyak sawit merah, yaitu dapat meningkatkan kesehatan jantung.

 

Diketahui, minyak sawit merah dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan jantung.

 

Efek antioksidan dari vitamin E dan karotenoid dalam minyak sawit merah diketahui mampu membantu mencegah aterosklerosis, atau penyempitan pembuluh darah.

 

Lebih banyak penelitian perlu dilakukan untuk mengonfirmasi efek ini, tetapi penelitian saat ini cukup menjanjikan.

 

Minyak itu juga dapat meningkatkan kesehatan otak.

 

Sebab seperti halnya kesehatan jantung, minyak sawit merah juga menawarkan manfaat bagi otak.

 

Vitamin E dalam minyak sawit merah diketahui dapat membantu mengurangi atau menghentikan perkembangan demensia dan penyakit Alzheimer akibat lesi pada otak.

 

Ini karena vitamin E melindungi otak dari radikal bebas yang dapat merusak neuron.

 

Tak hanya itu, minyak sawit merah juga mendukung kesehatan mata.

 

Di mana studi menunjukkan, cukup minyak dalam makanan dapat membantu Anda menyerap vitamin A dan vitamin larut lemak lainnya dengan lebih efektif.

 

Jika Anda memiliki cystic fibrosis atau kondisi lain yang membuat sulit menyerap lemak, menambahkan minyak sawit merah ke dalam makanan dapat secara signifikan meningkatkan kadar vitamin A.

 

Vitamin ini juga penting untuk kesehatan mata, jadi minyak sawit ini juga dapat membantu mengurangi risiko masalah penglihatan.

 

Meski banyak kandungan yang bermanfaat, patut pula dipertimbangkan risiko penggunaan minyak sawit merah dalam masakan.

 

Sebab, minyak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol. Jadi meski vitamin E dalam minyak sawit merah dapat meningkatkan kesehatan jantung, aspek lain dari minyak kelapa sawit ini juga dapat menyebabkan masalah jantung.

 

Dibandingkan dengan minyak nabati cair lainnya, minyak sawit merah lebih buruk dalam menurunkan kolesterol, dan bahkan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL “buruk”.

 

Minyak jenis ini juga memiliki kandungan lemak jenuhnya yang tinggi dibandingkan dengan minyak lainnya.

 

Minyak zaitun, yang sering disebut-sebut mengandung lemak sehat, memiliki jumlah lemak jenuhnya kurang dari setengah jika dibandingkan dengan minyak sawit merah.

 

Lemak jenuh dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, membuat minyak sawit merah dirugikan dibanding dengan minyak nabati lainnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *