HomeIndeks

Firdaus Warga Bukit Terak Hilang Kontak di Perairan Bangka Barat, Kades : Korban Sempat Telpon Habis BBM

  • Bagikan
Foto : Perahu yang digunakan Firdaus, pada Rabu (13/3/2024) lalu. (Dok/Ist)
Foto : Perahu yang digunakan Firdaus, pada Rabu (13/3/2024) lalu. (Dok/Ist)

BANGKA BARAT, BABELHITS.COM — Firdaus (47) warga  Desa Bukit Terak, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikabarkan hilang di Perairan Simpang Teritip, Bangka Barat, pada Rabu (13/3/2024) kemarin.

Hilangnya Firdaus dibenarkan oleh Kades Bukit Terak Romlan. Kata dia, pria asal Sumatera Selatan itu, hilang kontak sejak Rabu siang, usai mengantar barang dari Sumsel ke Bangka menggunakan perahu speed lidah.

“Iya ini saya lagi di rumah keluarganya (Firdaus). Jadi korban ini, bawa ikan dari seberang ke bukit terak. Terus ada nelpon kehabisan minyak, jadi dibawa minyak dari sini, tapi sekali ke sana nggak ketemu, di telfon nggak aktif lagi,” kata Romlan, kepada wartawan, Jumat (15/3/2024) malam.

Setelah mengetahui kabar ada warga yang putus kontak saat berada di laut, Romlan mengatakan pihaknya sudah berupaya menghubungi pihak-pihak terkait, namun belum mendapatkan kabar.

“Keluarganya dari Palembang mungkin akan ke sini juga besok. Sebelumnya kalau lihat arah angin ke arah Tempilang, saya sudah hubungi ke sana, nggak ada juga,” ucapnya.

Diketahui pria yang dikabarkan hilang ini, memiliki ciri-ciri rambut lurus dengan kulit sawo matang, dan membawa speed lidah berwarna biru putih dan merah, bertuliskan Netral 2024.

Tim Gabungan, Satpolairud Polres Bangka Barat dan Basarnas Unit Mentok bakal membuka operasi Search And Rescue (SAR) untuk mencari keberadaan Firdaus, yang dikabarkan hilang di Perairan Kabupaten Bangka Barat (Babar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), sejak Rabu (13/3/2024) lalu.

“Besok jam 7 pagi, kami sepakat melakukan pencarian ke laut. Saat ini anggota masih lidik, agar besok kita sudah ada peta, basarnas dan polair akan berangkat,” kata Kasat Polairud Polres Bangka Barat, Iptu Yudi Lasmono.

Yudi mengatakan, pihaknya baru mendapatkan laporan tadi pagi bahwa ada warga yang putus kontak di laut. Dari laporan yang di dapatkan korban atas nama Firdaus ini memang kesehariannya beraktivitas di laut menggunakan kapal speed boat.

“Setelah mendapatakan informasi kami berkoordinasi dengan basarnas, kami sudah berkomunikasi dengan stasiun radio di Tanjung Kalian. Sudah disiarkan ke pengguna kapal yang ada di tengah laut,” katanya.

Selain menyiarkan melalui radio pantai, Yudi mengatakan anggotanya sudah melakukan lidik serta berkoordinasi dengan Polairud Sungsang Sumsel dan para Nelayan di Selat Bangka.

“Kita juga sudah komunikasi dengan pihak dari sungsang, mulai dari polair hingga nelayan sudah kita sampaikan,” ujarnya. (*)

  • Bagikan