HomeIndeks

Pemprov Babel Raih WTP ke-5, Ini Kata Pj Gubernur Ridwan Djamaluddin

  • Bagikan
20220608_Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin
Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin. (ist)

BABELHITS.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk kelima kalinya memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemerintah Keuangan (BPK) RI Perwakilan Babel. Opini tersebut atas hasil audit terhadap Laporan Keuangan Daerah (LKP) Tahun Anggaran 2021.

Pejabat (Pj) Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin mengatakan dengan adanya LHP yang diserahkan oleh BPK RI Perwakilan Babel bentuk konkrit dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Ini wujud transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah yang dilaksanakan dengan prinsip keadilan dan kepatutan dalam mengalokasikan anggaran daerah secara efektif, efisien, dan bertanggung jawab. Sehingga hasilnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” kata Ridwan Djamaluddin, Rabu (8/6/2022).

Hal tersebut disampaikan Pj Gubernur Ridwan Djamaluddin usai menghadiri Rapat Paripurna Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI terhadap Penggunaan Keuangan Daerah Tahun 2021 di Gedung DPRD Povinsi Babel.

Ridwan mengakui meski menyandang predikat WTP, dalam pengelolaan anggaran keuangan daerah masih banyak kekurangan dan kelemahan sehingga diperlukan kehati-hatian.

Ridwan mengaku telah melakukan rapat koordinasi dengan kepala OPD terkait penyelesaian sejumlah temuan, sehingga tidak ada yang tersangkut dalam persoalan hukum.

“Seperti yang disampaikan Kepala BPK tadi ada kekurangan-kekurangan, tapi sekali lagi alhamdulillah tetap secara umum ditetapkan WTP. Kami sudah sampaikan ke kepala OPD target penting adalah melaksanakan pertanggungjawaban keuangan sebaik-baiknya. Jangan sampai di antara kami ada yang tersangkut hukum, akibat penggunaan anggaran APBD yang tidak benar,” katanya.

Terkait masih ada 10,4 persen tindak lanjut yang belum dilakukan, Ridwan mengatakan bahwa angka tersebut secara rata-rata nasional sudah cukup baik.

“Ke depannya kami akan melakukan tindakan-tindakan korektif. Kita serius, hanya memang kelemahan selalu ada. Yang paling penting kita sadar dan berupaya memperbaiki itu,” tuturnya. (*)

  • Bagikan