BABELHITS.COM, PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan berbagai persiapan di bidang kesehatan pemberangkatan jemaah haji 2002. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jemaah haji.
“Oleh karena itu, kita harus saling bersinergi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para tamu Allah, mulai dari pemberangkatan sampai dengan pemulangannya,” ujar Kepala Dinkes Provinsi Kepulauan Babel, Andri Nurtito MARS.
Andri mengatakan jumlah jemaah haji regular Provinsi Kepulauan Babel tahun 1443 Hijriah atau 2022 Masehi sebanyak 486 orang.
“Jumlah itu terdiri atas 483 orang, satu pembimbing KBIHU, serta dua petugas haji daerah. Terdapat tambahan 93 orang cadangan, yang merupakan 45 persen dari kuota sebelumnya 1.065 orang,” kata Andri.
Saat ini, kata dia, daftar jemaah haji yang diterima oleh dinas kesehatan kabupaten/kota dalam kuota keberangkatan sedang dalam proses pemeriksaan tahap II ulang, pemberian vaksinasi, serta pembinaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Ira Ajeng Astried mengungkapkan terkait dengan PCR jemaah haji, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel akan menetapkan surat penunjukkan laboratorium pemeriksa.
“Pemeriksaan akan dilaksanakan di dua tempat, yaitu UPTD Balai Laboratorium Kesehatan, Pemeliharaan, dan Kalibrasi Alat Kesehatan Dinkes Babel dan laboratorium RSU Marsidi Judono Belitung,” ujarnya.
Untuk jemaah haji yang jauh dari laboratorium pemeriksa, pengambilan spesimen oleh puskesmas wilayah tempat tinggal dan dikirim ke laboratorium pemeriksa.
“Waktu pengambilan spesimen dilaksanakan minimal empat hari kali 24 jam sebelum masuk asrama. Sedangkan waktu perilisan hasil pemeriksaan PCR adalah dua hari kali 24 jam sebelum masuk asrama,” tutur Ira.
Sementara Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Pangkalpinang, Bangun Cahyo Utomo menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan higiene makanan.
“Kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pemenang tender catering dan saat penyelenggaraan akan dilakukan pemeriksaan sampel makanan setiap kali jemaah haji makan,” kata Bangun.
Sementara itu, kata Bangun, terkait kebutuhan tambahan petugas kesehatan yang akan terlibat dalam pelaksanakan embarkasi dan debarkasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel.
“Misalnya bidan untuk pemeriksaan wanita usia subur dan tenaga teknis lainnya,” kata Bangun.
Dia menambahkan jika roadmap dan rencana keberangkatan sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama, pihaknya akan melaksanakan simulasi persiapan pelaksanakan embarkasi dan debarkasi bidang kesehatan.
“Dengan begitu, kendala dan masalah di lapangan bisa ditangani dengan baik dan lancar,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Pangkalpinang telah membahas teknis dan tahapan pelayanan tersebut di ruang pertemuan Dinas Kesehatan pada Senin (23/05/2022). (*)
