BABELHITS.COM, PANGKALPINANG – Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kota Pangkalpinang menyosialisasikan Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar di SPNF Sanggar Kegiatan Belajar Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (19/5/2022). Hal itu guna memberikan pemahaman kepada kepala sekolah dan pendidik di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Kota Pangkalpinang tentang kebijakan kurikulum tersebut.
Sebanyak 107 peserta yang berasal dari satuan Paud dan Himpaudi hadir dalam kegiatan yang dibuka oleh Plt Kepala Bidang Paud dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang itu.
Ketua IPI Kota Pangkalpinang sekaligus ketua panitia kegiatan, Muhammad Fahrul Rizal mengatakan Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim pada 11 Februari 2022 yang lalu.
“Namun sejak diluncurkan, belum banyak para kepala sekolah dan pendidik Paud yang mendapatkan informasi terkait perubahan kurikulum tersebut,” kata Muhammad Fahrul Rizal.
Untuk itu, kata dia, selaku organisasi mitra pemerintah daerah khususnya mitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, IPI menginisiasi kegiatan sosialisasi Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.
“Dengan harapan satuan Paud dapat mengimplementasikan kurikulum tersebut pada tahun pelajaran 2022/2023 mendatang,” ujarnya.
Menurut dia kegiatan sosialisasi yang melibatkan banyak orang tersebut tidak menggunakan dana pemerintah sepersen pun.
“Kegiatan dilaksanakan dengan prinsip gotong royong. Para peserta membawa sendiri makanan dan minumannya, serta mengonsumsinya bersama-sama,” ucapnya.
Narasumber kegiatan sosialisasi yang juga merupakan penilik madya dan pelatih ahli program guru penggerak, Djuariningsih menjelaskan bahwa kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan zamannya.
Oleh karena itu, kata dia, kurikulum bersifat dinamis dan terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai konteks dan karakteristik murid. Hal itu demi membangun kompetensi sesuai kebutuhan mereka, kini dan di masa depan.
“Dulu sewaktu zaman kami masih sekolah, jika ditanyakan apa cita-cita kita jawabannya ingin menjadi dokter, polisi, tentara. Anak zaman sekarang sudah berbeda cita-citanya, mereka ingin menjadi YouTuber, programmer dan gamer,” katanya.
Dia menjelaskan, struktur kurikulum Paud terbagi menjadi dua. Yakni intrakurikuler yang mengacu pada capaian pembelajaran dan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).
Saat penutupan acara kegiatan sosialisasi, Ketua IPI Kota Pangkalpinang menyatakan bahwa tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka belajar ini adalah dengan mengadakan workshop penyusunan Kurikulum Merdeka.
“Para peserta akan dibimbing secara lebih intensif selama lima hari atau sama dengan 40 jp,” tutur Rizal.
