HomeIndeks

Kuliah di Malaysia, Mahasiswa Asal Bangka Ini Halal Bihalal dengan Pesta Durian

  • Bagikan
Putrie (tengah) dan temannya dari India (kiri) dan Malaysia (kanan) ketika menghadiri halal bihalal mahasiswa internasional di Universiti Sains Malaysia
Putrie (tengah) dan temannya dari India (kiri) dan Malaysia (kanan) ketika menghadiri halal bihalal mahasiswa internasional di Universiti Sains Malaysia

BABELHITS.COM—Seorang gadis asal Bangka Belitung, Putrie Agusti Saleha, saat ini sedang menempuh studi S2 di Universiti Sains Malaysia, Penang.

Meskipun sedang berada di negeri jiran dan tak bisa mudik ketika Lebaran Idul Fitri bersama keluarga, Putrie masih bisa menikmati Lebaran bersama teman-teman sesama mahasiswa internasional di kampusnya.

Pihak kepengurusan mahasiswa Internasional mengadakan Halal Bihalal untuk para mahasiswa internasional yang tidak pulang ke negara masing-masing pada senin (16/05) kemarin.

Sekitar lebih dari seribu mahasiswa datang untuk berkumpul bersama dan merayakan hari Lebaran.

Makanan yang disuguhkan pun beragam ada sate ayam, lemang dan kari ayam, roti jala, char kuey teow, pasembor, nasi goreng, keropok lekor, cendol dan durian.

Ramai mahasiswa yang tak pernah mencoba makanan-makanan khas Malaysia sebelumnya.

Oleh karena itu, para staf kampus menyediakan makanan tradisional Malaysia sebagai hidangan.

Tariq seorang pelajar jurusan arsitek yang berasal dari Oman mengatakan bahwa program tersebut sangat luar biasa.

”Program seperti ini sangat luar biasa, karena akhirnya kita bisa berjumpa dengan teman-teman internasional lainnya dari berbagai negara” ucapnya.

”Biasanya saya hanya di lab atau di kamar tapi hari ini saya senang karena bisa berkenalan dengan orang banyak dan pesta durian” ujar Anis Fatima seorang mahasiswa PhD dari India.

Salah satu mahasiswa lokal, Nor Faizah, mengatakan bahwa ia sangat bangga makanan yang dihidangkan merupakan makanan khas negaranya.

”Saya sangat bangga karena ini adalah salah satu cara untuk mempromosikan makanan-makanan tradisional negara saya. Mahasiswa internasional jadi lebih tahu seperti apa makanan kami, karena sebelum ini pasti mereka kebingungan dan ragu untuk mencicipi” ungkapnya. (*)

 

  • Bagikan