Januari hingga April 2022, Angka DBD di Bangka Barat Capai 214 Kasus

  • Bagikan
20220510 ILUSTRASI Nyamuk
ILUSTRASI Nyamuk (pixabay)

Dia meminta seluruh masyarakat harus memastikan tidak ada jentik-jentik di sekitar rumah dan kesadaran individu untuk mencegah peningkatan DBD.

“Januari-April 214 kasus, menjelang lebaran itu ada peningkatan sedikit ya memang gini. Fokusnya DBD itu adalah masyarakat memastilan tidak ada jentik-jentik di sekitar rumah, itu menjadi kunci,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga harus bisa memahami bahwa kebersihan kolektif yang dibutuhkan sebenarnya.

“Jadi misalnya satu rumah ada jentik itu dibersihkan, harapannya rumah di sekelilingnya tidak ada jentik,” katanya.

Dia menuturkan jika tidak ada jentik-jentik nyamuk di sekitar kawasan rumah, maka tidak ada potensi terkena DBD.

“Kalau tidak ada jentik nyamuk maka tidak ada potensi DBD. Beda nyamuk Aedes Aegypti dengan nyamuk yang hidup di pohon-pohon seperti nyamuk malaria Anopheles,” tuturnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *