Anggota Ditkrimsus Polda Babel Diserang Orang Tak Dikenal, Kabid Humas Bantah Keterlibatan TNI

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Maladi saat gelar jumpa pers dengan awak media.
Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Maladi saat gelar jumpa pers dengan awak media.

HitsBangka, Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi angkat bicara terkait penyerangan dan pemukulan terhadap 7 anggota polisi dari Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda babel.

Maladi menjelaskan kronologi terjadi penyerangan terhadap petugas saat berada di SPBU Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

Kejadian penyerangan ini sendiri terjadi pada Senin, 25 April 2022, malam.

Anggota Ditkrimsus Polda Babel kala itu sedang melakukan kegiatan pemantauan dan pengawasan di SPBU di Bangka Belitung.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Direktorat Kriminal Khusus Polda Babel.

Pengawasan dan pemantauan ini dilakukan seperti memantau CCTV, rekapan keluar masuk BBM dari petugas nozle yang ada di SPBU salah satu yang dilakukan pengawasan adalah di SPBU Namang Kabupaten Bangka Tengah. Yang mana ada laporan dari masyarakat bahwa di SPBU tersebut diduga adanya penyimpangan dan penyalahgunaan BBM.

Lanjut Maladi memaparkan,  pada Senin 25 April 2022, petugas yang ada di SPBU Namang diminta keterangan oleh Ditkrimsus Polda Babel yaitu saudara KO selaku pengawas atau kuasa, dan 2 petugas lainnya.

“Berdasarkan hasil keterangan ketiganya ada Indikasi ada penyelewengan untuk itu anggota krimsus sekitar pukul 10 mengantar salah satu petugas ke SPBU Namang,” papar Maladi.

Saat sedang berada di SPBU, ke 7 petugas mendapatkan hambatan dari sejumlah orang yang tidak dikenal. Kemudian melakukan tindak pemukulan dan langsung melarikan diri.

“Pelaku kurang lebih ada 9 orang, pada saat itu kondisi sudah gelap. Setelah melakukan pemukulan kabur orang itu siapa kita tidak tahu, orang tidak dikenal,” ucap Maladi.

Namun, Maladi membantah jika para pelaku merupakan anggota TNI.

“Kita bicara fakta-fakta hukum, jangan bicara kata-katanya, maka saya bilang saya konfirmasi. Misalnya ada diduga dari sini, kita serahkan yang berkompeten. Kita tidak ada urusan,” tutur Maladi.

Terkait tindakan pemukulan ini sendiri, Maladi menegaskan jika pihaknya telah memintai keterangan ke tiga petugas SPBU Namang.

“Siapa tahu mereka tahu siapa yang mukul, karena gelap, tidak tahu anggota juga. Tahu-tahu dipukul tidak jelas itu,” tegas Maladi.

Diberitakan sebelumnya, beredar kabar telah terjadi bentrokan antara oknum anggota polisi dari Polda Babel dengan oknum anggota TNI di SPBU Namang, Kabupaten Bangka Tengah.
Kabar ini viral beredar di pesan WhatsApp sejak Selasa sore.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian bentrokan ini sendiri melibatkan 6 oknum anggota polisi dari Dirkrimsus Polda Babel dengan seorang oknum TNI di kawasan SPBU Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

Dari 6 oknum anggota polisi tersebut salah satu di antaranya seorang perwira dengan inisial WL,  yang dikabarkan mengalami luka cukup serius sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di salah satu rumah di Bangka.
Kapenrem 045 Garuda Jaya, Mayor Inf Subhan membantah dugaan keterlibatan TNI dalam peristiwa tersebut.
Melalui pesan singkat, Subhan mengatakan informasi tersebut salah satu usaha memecah belah.

“Kami dari penerangan Korem nihil tidak ada permasalahan antara Korem dan Polda. Yang Terhormat rekan media tidak usah percaya hoaks.TNI-Polri Solid,” kata Subhan.

Subhan pun mengajak seluruh elemen pemangku kebijakan untuk menjaga dan menciptakan bumi serumpun sebalai ini dengan kondusif, damai, aman dan nyaman. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *