PWOIN Nilai KSOP Pilih Kasih Dalam Pelayanan di Pelabuhan Pangkalbalam

  • Bagikan
Aktivitas kapal tongkang angkut Tin Slag milik PT.Timah.
Hits,Pangkalpinang– Ketua Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Bangka Belitung (Babel), Kurnia, soroti kinerja KSOP Pangkalbalam dalam melayani kepentingan di pelabuhan Pangkalbalam. Hal ini terkait beberapa hari ini ada pemberitaan tentang keberadaan tongkang yang membawa slag milik PT.Timah dari Pulau Belitung, kemudian bersandar serta berencana untuk melakukan bongkar muat di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik PT. Timah.
Pihaknya pun menduga ada oknum KSOP bermain serta menghambat PT. Timah sandar kapal angkut slag tersebut.
Menurut Kurnia selama ini banyak kegiatan yang dilakukan di Pelabuhan tersebut. Bahkan dirinya meyakini ada aktivitas kegiatan pemuatan kayu akasia hingga bongkar batu split.
“Kita menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri banyak kegiatan yang dilakukan di pelabuhan tersebut terakhir yang saya tahu dan lihat adalah kegiatan bongkar batu split. kalau nggak salah saya masih simpan foto sandarnya,” ujarnya.
Untuk itu Kurnia mengaku heran ketika PT.Timah melakukan kegiatan di Pelabuhan sediri untuk kepentingan sendiri dipersulit, sementara perusahaan lain yang bukan kepentingan PT.Timah bisa.
Apalagi menurut Kurnia, JT milik PT.Timah merupakan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS), sehingga mustahil ada aktivitas lain, kecuali PT.Timah.
“Ijin TUKS harus terkait usaha pokok perusahaan pemegang ijin TUKS Bukan untuk barang-barang lain selain kepentingan pemilik ijin TUKS.Jadi selain komoditi PT.Timah itu menyalahi ijin yang ada, berarti ada penyalahgunaan dalam ijin,” tegasnya
aktivitas sandar tongkang bermuatan batu split. Aktivitas kapal tongkang angkut batu Split sandar di TUKS JT PT.Timah, 14 september 2021 lalu.
Ia pun kembali menekankan selama ini terdapat aktivitas di TUKS JT milik PT.Timah.
“Selama ini saya melihat ada kegiatan pemuatan kayu akasia dan bongkar batu split. hal ini menjadi pertanyaan bagi saya. karena saya yakin ini tidak diketahui oleh PT.Timah. Dan pasti tidak ada ijin dari PT.Timah selaku pemilik ijin TUKS. Tapi kegiatan itu berlanjut sampai sekarang, terakhir tanggal 14 september 2021 lalu ada tongkang memuat batu split bersandar dikawasan TUKS PT.Timah,” ungkapnya.
“Mungkin kita bisa cek bersama SPB yang manifesnya muatan kayu akasia dan kedatangan tongkang berisi batu split di KSOP. Tidak ada pemuatan kayu di pelabuhan pangkal balam kecuali di JT kerikil milik PT. Timah, termasuk bongkar batu split, ini kok bisa. Kenapa PT. Timah nggak bisa utk kepentingan sendiri, ada apa ini dengan KSOP,” tutup Kurnia.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *