Mahasiswa KKN IAIN SAS Babel Belajar Pengelolaan Kompos dan Biogas di Desa Romadhon

  • Bagikan
Sejumlah mahasiswa KKN IAIN Babel saat belajar membuat Kompos dan Biogas.

Hits, Bangka Tengah– Sejumlah mahasiswa KKN IAIN SAS Babel melakukan kunjungan ke salah satu rumah warga Desa Romadhon, yakni Kacung. Sabtu (16/10).

Kunjungan tersebut dalam rangka mengkaji lebih dalam mengenai pengelolaan kompos dan biogas yang mana pada saat ini hampir tidak beroperasi lagi di desa dengan icon ramah senyuman.

Safitri, Wirdahayu, Sri Romadayani, Fera Feriska dan Elsa berencana untuk mengembangkan kompos dan biogas guna memajukan perekonomian desa tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Kacung menjelaskan sedikit perihal tentang bagaimana cara mengelola kotoran sapi, air kencing sapi dan janjang sawit untuk dijadikan kompos serta biogas. Bukan hanya itu saja. Dirinya juga menawarkan waktu luangnya kepada mahasiswa KKN untuk melakukan melakukan pelatihan biogas tersebut.

Kotoran sapi merupakan salah satu limbah alami dari hewan peliharaan. Sampah akan memiliki nilai finansial yang tinggi jika ditangani dengan cara yang benar, antara lain dengan memanfaatkan kompos hewan sebagai bahan pembuatan biogas, pupuk kandang yang kuat, dan kompos cair. Pedoman penanganan biogas adalah pembusukan anaerobik bahan alam (tertutup dari udara bebas) untuk menghasilkan gas yang umumnya metana (CH4) yang memiliki sifat mudah terbakar dan CO2, gas ini disebut biogas. Ukuran peluruhan anaerobik dibantu oleh berbagai mikroorganisme, terutama mikroba metana. Struktur dasar dalam perakitan biogas adalah reaktor sebagai tempat respon senyawa dari kompos sapi terjadi untuk mendapatkan gas metana (CH4) dan untuk mewajibkan gas metana yang muncul karena penguraian bahan alam oleh mikroorganisme.

“Penerapan biogas ini sebelumnya sudah diterapkan namun dari masyarakatnya tidak dikembangkan lagi sehingga biogas ini tidak berjalan lancar sebagaimana mestinya,” ungkap Kacung.

Lanjut dikatakan Kacung, Manfaat dari limbah kotoran ternak sapi sebagai sumber pupuk organik ramah lingkungan yakni mengandung hormon dan vitamin bagi semua jenis tanaman, menghemat biaya kelola limbah, mengurangi polusi udara serta memiliki nilai jual yang ekonomis sesuai budget atau pendanaan masyarakat.

Sementara itu, Fitri mengatakan bahwa pelatihan pembuatan biogas dan kompos ini merupakan program kerja (proker) unggulan mahasiswa KKN, yang bertujuan guna untuk menghemat ekonomi masyarakat di desa Romadhon.

Fitri menuturkan jika pihaknya sangat berantusiasme dalam belajar pembuatan biogas, bukan hanya belajar pembuatan biogas saja namun juga mendapatkan berbagai ilmu yang bermanfaat, baik mulai dari cara pembuatan biogas pembuatan pupuk kandang pembuatan pupuk dari serbuk kelapa.

“Kami sangat senang sekali bisa belajar langsung dengan pak kacung tentang pengelolaan kompos dan biogas, kemudian dalam waktu dekat ini akan mempraktekkan langsung cara pengelolaan kompos dan biogas tersebut,” tukas Fitri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *