Hits, Nasional– Nilai transaksi ekspor timah yang dilakukan melalui ICDX sepanjang tahun 2021 sampai dengan Agustus mencapai 19.493,24 metrik ton atau senilai USD 601,55 juta
Dikatakan Kepala Kantor Perwakilan ICDX Bangka Belitung, Muhammad irham bahwa untuk bulan Agustus sendiri tercatat mengalami peningkatan sebesar 22% secara MoM menjadi 3.649,64 metrik ton (senilai USD 129,87 juta).
“Dan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu mengalami peningkatan sebesar 960%,” katanya.
Lanjut Irham mengatakan jika harga timah cenderung turun di pertengahan agustus 2021. Ia menilai penurunan ini terjadi lantaran ada perbedaan harga antara dua bursa komoditi, yakni ICDX dan JFX.
“Dampak penurunan tersebut sangat merugikan bagi Indonesia dimana pendapatan devisa dan pendapatan negara baik pajak maupun bukan pajak lebih rendah,” ujarnya.
Menurut Irham, melihat harga saat ini di atas USD 30,000, supply tidak akan ada masalah malah akan lebih baik dikarenakan banyak tambang dari IUP yang sebelumnya tidak ekonomis menjadi ekonomis dengan harga yang tinggi
Dari data Negara tujuan ekspor timah yang tercatat di ICDX, sepanjang tahun 2021 sampai bulan Agustus jumlah Negara tujuan yang aktif melonjak menjadi 23 negara tujuan dari sebelumnya 7 negara tujuan yang aktif di tahun 2020. Peningkatan terbesar terlihat di Jepang (+2266,86%), Belgia (+896,45%), Korea Selatan (+638,22%), India (+443,67%), dan Singapura (+360,29%).
Pandemi Covid-19 belum usai sehingga ekonomi dunia masih belum pulih, tetapi permintaan atas timah tetap meningkat mengingat timah adalah konduktor listrik yang paling baik dan saat ini industri melakukan shifting ke digital dan elektrik seperti industri otomotif yang mulai shifting ke electric vehicle (EV) sehingga kebutuhan akan timah akan selalu meningkat.
Pihaknya memprediksikan jika melihat dari trend semester pertama 2021, tidak menutup kemungkinan harga timah dapat bertahan hingga akhir tahun dan mungkin dapat meningkat menyentuh USD 40,000 per metrik ton. Namun kondisi dapat tercapai dengan catatan tata niaga timah di dua bursa harus lebih disempurnakan.
