‎‎1300

Pengedar Uang Palsu Ngaku Top UP Dompet Digital Sebelum Disergap Buser Naga

  • Bagikan
Agus Wijono dan sang anak Racheld alias Rere saat dibawa ke Pangkalpinang (foto Untung Novrianto)

BABELHITS.COM, PANGKALPINANG –Tidak mudah bagi pihak kepolisian mengejar pelaku peredaran uang palsu yang sangat meresahkan masyarakat di Bangka dan Pangkalpinang.

Pengejaran dimulai saat Tim Buser Naga menerima laporan peredaran uang palsu dari kasir salah satu mini market di kawasan Girimaya.

“Kembali kita mendapat laporan peredaran uang palsu di Alfamart, informasi ini kami dapat dari Kapolsek Payung Iptu Joniarto,” terang Katim Buser Naga Aipda Rudi Kiai.

Tiba di lokasi, tim langsung mengamankan uang palsu sejumlah Rp 500 ribu yang didapat kasir dari seseorang yang melakukan top up dompet digital.

“Dari ciri -ciri pelaku ini merupakan target yang sudah kita incar dan saat ini sedang melarikan diri ke Palembang, Sumatera Selatan,” ujar Rudi Kiai.

Tanpa menunggu lama tim gabungan dari Buser Naga bersama Unit Tipiter dipimpin Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra langsung menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api untuk menjemput dua pelaku yang sudah diamankan Polsek pada 11 Oktober 2022 pukul 09.00 wib.

Dua pelaku yang belakangan diketahui Ayah dan Anak bernama Agus Wijono (56) dan Racheld (19) , dua orang ini ditangkap saat hendak pulang ke Bekasi via Palembang.

Kepada Babelhits.com Rere mengaku uang-uang palsu tersebut digunakan untuk keperluan sehari hari juga untuk top up dompet digital

“Selain top up dompet digital sebesar Rp 500 ribu ,juga uang palsu digunakan untuk beli bensin di SPBU ,untuk membeli handphone dan keperluan lainnya,” ujar Rere.

Rere mengaku uang tersebut didapat dari sang ayah yang juga turut ditangkap Polisi

“Sehari hari biasanya bawa uang palsu bisa mencapai 1 jutaan, dan sudah saya lakukan sejak bulan Juli 2022 lalu,” tutup Rere. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *