Bikin Resah! Pemuda di Bangka Ini Berpura-pura Dibegal Demi Ganti Handphone Baru

  • Bagikan
20220616_pura pura dibegal
Redi Adriiansyah (19) warga Desa Kemuja Kabupaten Bangka nekat bepura-pura menjadi korban begal. (ist)

BABELHITS.COM, BANGKA – Hanya hanya demi mendapatkan handphone baru, seorang pemuda di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, nekat bepura-pura menjadi korban begal. Sebelumnya, kejadian begal yang menimpa Redi Adriiansyah (19) warga Desa Kemuja Kabupaten Bangka ini viral di media sosial (medsos).

Sandiwara tersebut terungkap setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan dari keterangan Redi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi akhirnya memastikan bahwa kejadian itu hanya karangan Redi Adriiansyah.

“Banyak kejanggalan dari laporan yang dibuat. Apalagi pelapor yang mengaku dibegal tidak mengalami luka-luka. Padahal kondisi bajunya robek-robek akibat benda tajam,” kata Kapolsek Mendobarat, AKP Hariyoso, Kamis (16/6/2022)

Sebelumnya, Redi mengaku telah dihadang oleh empat orang pelaku begal bersenjata tajam yang berboncengan menggunakan dua motor di Jalan Raya Petaling, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka, pada Sabtu (11/6/2022) lalu.

Saat itu, para pelaku begal hendak merampas motor miliknya. Namun Redi memohon kepada pelaku agar tidak mengambil motornya dan ditukar saja dengan iPhone 7 miliknya.

Bahkan untuk memuluskan sandiwaranya itu, Redi pun rela membeli pisau silet dan merobek jaket yang dikenakannya menggunakan pisau tersebut. Jadi seolah-olah terkena senjata tajam para pelaku pembegalan.

Sambil menangis tersedu-sedu, di hadapan polisi akhinya Redi mengaku kejadian tersebut hanya karangan dirinya. Hal itu dilakukan demi mendapatkan perhatian dari orang tuanya, sehingga mendapatkan handphone baru sebagai pengganti handphone yang dirampas begal.

Sedangkan iPhone 7 yang dilaporkan dibegal tersebut ternyata telah dijualnya seharga Rp2,5 juta. Setelah mengarang cerita tersebut, Redi berhasil mendapatkan Rp2 juta dari orang tuanya untuk membeli handphone baru sebagai pengganti. Dari uang tersebut, dia kemudian membeli handphone baru seharga Rp4,5 juta.

Sementara, rekan-rekan kerja Redi yang sempat memviralkan video rekaman keterangan korban begal itu juga sempat marah dan meminta maaf kepada polisi.

Kapolsek berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran, terutama bagi pengguna medsos. Apalagi yang disebarkan berita hoaks, sehingga berakibat meresahkan masyarakat.

“Bijak dalam menggunakan media sosial, apalagi menyebarkan berita hoaks yang bisa meresahkan masyakarat,” kata AKP Hariyoso.

Redi Adriansyah kemudian diminta membuat rekaman video permintaan maaf kepada masyarakat. Sebab, akibat ulahnya terjadi keresahan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *