Komisi IV Desak KKP Selesaikan Keluhan Masyarakat Nelayan di Babel Soal Kapal Isap Produksi Timah

  • Bagikan
Anggota Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi.

Hit,Nasional- Komisi IV DPR RI meminta kementerian kelautan dan perikanan untuk menyelesaikan keluhan masyarakat nelayan di perairan Pulau Bangka, Terutama perairan air kantung, perairan air matras, mentok, dan perairan lainnya akibat adanya kegiatan operasional kapal isap produksi (KIP) yang dilakukan oleh mitra kerja PT. Timah Tbk, serta perusahaan lainnya. Permintaan tersebut disampaikan saat Rapat Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI dengan komisi IV DPR RI.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi mengaku jika setiap hari selalu mendapat pesan whatsapp (WA) dari para aktivis Babel terkait nasib nelayan disana.

“Pak menteri saya ngingetin saja setiap hari saya mendapat pesan whatsapp (WA) dari para aktivis Babel. Saya ingin minta keberpihakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang setiap hari bicara nelayan, terhadap nasib nelayan yang ada disana,” kata Dedi saat Rapat Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI dengan komisi IV DPR RI melalui TV parlemen.

Lanjut Dedi mengatakan Kapal Isap Produksi (KIP) masuk ke pantai setiap hari, karena memang berijin dari aspek legal mereka memang legal. Tetapi nelayan sudah kehabisan ruang lautnya untuk mengambil ikan.

“Hingga pada akhirnya para nelayan ini diperiksa oleh pihak polisi karena dianggap menghalang halangi penambangan karena ada undang-undang yang mengatur. Berikutnya lagi nelayan ini melakukan aksi, naik KIP dan pada akhirnya mereka diproses juga,” ucap Dedi.

Disinyalir, akhirnya Kemungkinan besar di barter, mereka bisa dilepas tetapi tidak protes lagi urusan KIP

Kembali Dedi menegaskan setiap hari bicara keberpihakan terhadap nasib nelayan tetapi tutup mata terhadap hilangnya mata pencaharian nelayan di Babel.

“Komisi IV pernah sekali berkunjung kesana, dan sampai hari masih terjadi tindakan-tindakan represif terhadap nelayan masih berlangsung dan bapak bisa tahu sendiri dalam jangka panjang provinsi Babel akan kehilangan ikan. karena ruang-ruang lautnya sudah habis akibat penambangan,

Dan ujungnya setelah selesai penambangan rakyat akan kehilangan mata pencaharian karena seringkali recovery lingkungan tidak konsisten dilakukan oleh para pengusaha.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *