12 Tahun uang Rokok dan Kopi di Tabung, Penyandang Disabilitas ini Beli Ambulans

  • Bagikan
Edi saat menunjukan uang hasil yang ditabung selama 12 tahun.

Hits, Beltim- Uang hasil kembalian selama ngopi dan merokok ditabung, namun siapa sangka uang yang di tabungan tersebut dapat membeli mobil baru. Yakni Edi Pincang, seorang penyandang disabilitas di Desa Selingsing, Belitung Timur baru-baru ini membeli mobil baru dari hasil uang tabungannya. Mobil ini rencananya akan dipergunakan untuk operasional Desa membantu masyarakat yang kesusahan.

Uang tabungan yang ia kumpulkan selama 12 tahun tersebut bisa mencapai 167.900 juta rupiah. Uang yang ia tabung tersebut merupakan uang sisa belanja sehari-hari selama nongkrong di warung kopi.

“Uang itu kembalian saat saya ngopi dan uang rokok, jadi saya kumpulkan di dalam kardus. Tidak pernah saya lihat-lihat tabungan itu,” kata Edi.

Hingga pada akhirnya Edi berpikiran untuk membuka tabungan tersebut lantaran ingin membeli mobil ambulans untuk dipergunakan masyarakat Desa Selingsing.

“Jadi mobil ambulans di Desa kita belum ada, karena biasanya kalau ada orang sakit atau meninggal pakai mobil dari Kecamatan, Nah saya kepikiran kenapa tidak beli mobil ambulans sendiri aja. Jadi saya buka tabungannya, yang menghitung juga kaget melihat jumlahnya,” ucapnya.

Ia mengatakan uang tersebut sudah dibayarkan untuk membeli mobil ambulans dan tinggal menunggu mobilnya datang.

Ternyata tidak saja mobil ambulans, Edi juga saat ini sedang membangun masjid pribadi untuk digunakan masyarakat.

Menurut Edi apa yang ia lakukan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, apalagi ia mengaku pernah merasakan hidup susah. Meski saat ini Edi telah memiliki usaha di bidang pertimahan namun aktivitas berjualan sayuran tidak pernah ia tinggal.

“Saya pernah merasa hidup susah apalagi dengan kekurangan yang saya miliki, pernah jadi kuli bangunan hingga kernet angkot. SMA juga saya pernah berjualan sayur keliling. Maka saat saya dikasih ujian dari allah dengan rezeki lebih maka saya sebisa mungkin membantu masyarakat yang susah,” ucapnya.

Ia pun berpesan agar tidak malu terhadap kekurangan dalam diri, yang penting mau usaha maka rezeki sudah diatur yang maha kuasa.

 

Penulis: Iko

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *