TINS Bukukan Laba Bersih 2021 Sebesar Rp1,3 Triliun, Naik 483 Persen

  • Bagikan
20220524 RUPS PT Timah Tbk. (ist)
RUPS PT Timah Tbk. (ist)

BABELHITS.COM – TINS berhasil membukukan kenaikan laba bersih 2021 sebesar 483 persen menjadi Rp1,3 triliun dibandingkan tahun 2020 yang rugi sebesar Rp341 miliar. Lonjakan laba bersih ditopang oleh penurunan beban pokok pendapatan.

Hal itu berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit tahun buku 2021.

Sepanjang 2021, beban pokok pendapatan Timah turun 21 persen menjadi Rp11,17 triliun dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp14,09 triliun.

Berbanding lurus dengan laba bersihnya, EBITDA Perseroan naik 150 persen menjadi Rp2,90 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,16 triliun.

Berkurangnya beban finansial akibat “deleveraging strategy” dan kemampuan perseroan memilih sumber pendanaan berbiaya rendah menjadi salah satu faktor pendukungnya.

Indikator finansial lainnya yang menjadi parameter membaiknya kinerja TINS adalah rasio profitabilitas, yaitu Net Profit Margin (NPM) menjadi sembilan persen (2020: minus dua persen), Gross Profit Margin (GPM) menjadi 24 persen (2020: tujuh persen).

Adapun rasio solvabilitas nampak dari Debt to Equity Ratio (DER) menjadi 82 persen (2020: 142 persen).

Kas dan setara kas menunjukkan kenaikan signifikan menjadi Rp1,78 triliun dari tahun sebelumnya Rp807 miliar.

Produksi bijih timah tahun 2021 sebesar 24.670 Ton Sn atau turun 38 persen dari tahun sebelumnya sebesar 39.757 Ton Sn. Sebesar 46 persen berasal dari penambangan darat, dan 54 persen berasal dari penambangan laut.

Pada tahun yang sama, produksi logam timah hanya mencapai 26.465 MTon atau turun 42 persen dari tahun 2020 sebesar 45.698 MTon.

Dengan rerata harga jual logam timah yang melesat 89 persen menjadi $32.619, perseroan membukukan penjualan logam timah sebesar 26.602 MTon atau turun 52 persen dari tahun sebelumnya sebesar 55.782 MTon.

Melesatnya performa perseroan menjadi sebuah hadiah istimewa di tengah situasi pandemi, namun tak menyurutkan optimisme manajemen bahwa ke depan kinerja perseroan akan mampu lebih baik.

“Fokus pada peningkatan volume produksi, dalam kerangka pencapaian target RKAP dan juga peningkatan produksi bijih timah berbiaya rendah dari penambangan offshore, agar profit margin yang optimal tetap dapat dipertahankan,” kata Sekretaris Perusahaan, Abdullah Umar Baswedan, Selasa (24/5/2022). (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *