Jalan Utama 4 Desa di Parittiga Hampir Putus, Perekonomian Terancam Lumpuh

  • Bagikan
Kondisi jembatan penghubung 4 Desa di Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (19/1/2025). (Babelhits.com)
Kondisi jembatan penghubung 4 Desa di Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (19/1/2025). (Babelhits.com)

BABELHITS.COM, PARITTIGA – Jalan nasional yang menghubungkan empat desa di Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat hampir putus, Minggu (19/1/2025).

Kerusakan jalan tersebut diakibatkan hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Parittiga sejak Sabtu (18/1/2025) kemarin.

Diketahui, jembatan tersebut merupakan akses penghubung empat desa yakni Desa Telak, Kapit, Semulut dan Bakit menuju kawasan Pasar dan Perkantoran Pemerintahan Parittiga.

Jembatan yang berlokasi dekat perbatasan antara Desa Telak dan Sekar Biru ini hanya dapat dilalui satu jalur. Yakni hanya kendaraan roda dua.

“Inilah jalan utama penghubung Pasar Parittiga dengan Desa Telak, Kapit, Bakit, dan Semulut. Apabila ini tertutup, lumpuh lah ekonomi kita,” kata Kepala Desa Sekar Biru, Munarfarzah, Minggu (19/1/2025).

“Untuk penyebab debit air besar untuk melewati jembatan ini terlalu kecil ditambah dengan aktivitas yang kemarin,” tambahnya.

Dengan kondisi jalan yang rusak tersebut, Munarfarzah berharap instansi terkait segera ada tindak lanjut dan memperbaiki. Hal itu mengingat banyak masyarakat yang sangat bergantung dengan akses jalan ini.

“Jalannya sudah tediperbaiki. Mungkin untuk sepeda motor masih bisa lewat, tapi roda empat atau roda enam agak terganggu. Kami berharap tentunya jalan ini segera diperbaiki,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Parittiga, Adhian Zulhajjany mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Bangka Belitung terkait jembatan rusak ini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PU Provinsi, InsyaAllah besok mereka akan segera ke lokasi. Untuk sementara kendaraan di atas roda 2 tidak diperkenankan melintasi jembatan terakhir. Kita alihkan lewat jalan Cupat -Kapit,” katanya.

Adhian Zulhajjany mengingatkan masyarakat yang hendak melintas untuk berhati-hati lantaran rambu penanda jembatan rusak hanya dipasang seadanya oleh masyarakat setempat. (**)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *