‎‎1300

Pemerintah Targetkan PLTN Nasional Beroperasi 2032, Babel dan Kalbar Jadi Kandidat Lokasi

  • Bagikan
PLTN. (ilustrasi/ist)

Babelhits.com, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan rencana ambisius untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. PLTN ini ditargetkan sudah terhubung ke jaringan listrik nasional (on-grid) pada tahun 2032, dengan kapasitas awal sebesar 500 megawatt.

• Indonesia sedang merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertamanya.

• Target operasional PLTN nasional ini direncanakan pada tahun 2032.

• Dua wilayah diidentifikasi sebagai kandidat lokasi potensial.

• Bangka Belitung dan Kalimantan Barat menjadi calon lokasi utama yang dipertimbangkan.

• Proyek ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk diversifikasi sumber energi.

• Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terlibat dalam perencanaan awal pembangunan ini.

Kapan PLTN pertama di Indonesia ditargetkan mulai beroperasi? Pemerintah menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) nasional dapat beroperasi pada tahun 2032.

Wilayah mana saja yang menjadi kandidat lokasi pembangunan PLTN ini? Bangka Belitung dan Kalimantan Barat disebutkan sebagai calon lokasi potensial untuk proyek PLTN tersebut.

Lembaga apa yang terlibat dalam perencanaan PLTN ini? Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan salah satu pihak yang terlibat dalam perencanaan awal pembangunan PLTN.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa target ini merupakan yang tercepat dalam perencanaan nuklir nasional.

“On-grid-nya 2032. Jadi masuk grid 2032 berarti harus sudah commissioning 2032. Ini target tercepat. Nah dari perencanaan nuklir ada 500 megawatt,” ujar Eniya, sebagaimana dihimpun Mureks dari Podcast Bukan Abuleke YouTube Kementerian ESDM, Minggu (15/2/2026).

Eniya sebelumnya telah menyebutkan dua wilayah yang dinilai potensial untuk pembangunan PLTN, yakni Bangka Belitung (Babel) dan Kalimantan Barat (Kalbar). Namun, ia menegaskan bahwa lokasi tersebut belum final dan keputusan akan ditetapkan sekitar pertengahan tahun ini. Pemerintah juga tengah mematangkan konsep investasi untuk proyek berskala besar ini.

“Ini nanti kira-kira sekitar pertengahan tahun ini penetapan lokasi lah, masih dibahas beberapa, tapi sudah dalam proses-proses pembahasan,” jelasnya.

“Nah ini baru ada beberapa ini ya konsep ya, financial structure-nya kan harus dibahas tuh. Apakah nanti bisa program G2G atau langsung B2B gitu, itu harus dibahas. masih panjang,” lanjutnya.

Selain itu, Eniya juga melaporkan perkembangan terkait pembentukan Organisasi Pelaksana Program Energi Nuklir (Nuclear Energy Program Implementation Organization/NEPIO).

Pembentukan NEPIO saat ini tinggal menunggu persetujuan dari Presiden. “Perpres sekarang di meja Presiden. Tinggal tunggu turun,” ujar Eniya Listiani Dewi di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (7/1).

Setelah Peraturan Presiden (Perpres) disahkan, Kementerian ESDM berencana menyusun aturan pelaksana dalam bentuk Keputusan Menteri (Kepmen). Kepmen ini akan membentuk enam kelompok kerja (pokja) dengan tugas yang berbeda-beda, mulai dari penentuan lokasi, perizinan, hingga pembiayaan program nuklir.

“Setelah nanti Kepmen jalan kan itu ada 6 pokja. Nah masing-masing pokja nya itu kita beri tugas. Itu salah satunya untuk netapin tapak lah, yang satu ngurus perizinan, yang satu ngurus uang, kayak gitu,” terang Eniya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *